Seks Bebas Remaja yang Selalu Berujung Petaka

seks-bebas
PERGAULAN BEBAS: Faktor pendukung pelajar terjerumus seks bebas. Salah satunya terdorong teknologi internet
0 Komentar

Ortu Dilarang Berekspresi Berlebihan

INFEKSI menular seksusal (IMS) merupakan penyakit yang timbul karena hubungan seksual. Sebagian besar remaja yang memiliki riwayat IMS pasti pernah melakukan hubungan suami istri. Hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi orang tua.

”Tugas perkembangan remaja memang untuk mempersiapkan pernikahan. Orang tua maupun guru harus memberikan pendampingan,” ujar psikolog Didik Yudhi Ranu Prasetyo.

Selain itu, orang tua bertanggung jawab untuk menjelaskan kondisi si anak. Misalnya, penjelasan mengenai sakit, pengobatan, beserta akibat yang ditimbulkan. ”Kalau tidak mampu, bisa kerja sama dengan dokter maupun konselor,” tuturnya.

Baca Juga:Bisnis Sendiri Lebih MenjanjikanBertahan walau Rekan Perajin Belarih Profesi

Menurut Didik, yang terjadi di masyarakat sering keliru. Dampak dari hubungan intim banyak dijelaskan hanya merugikan perempuan. Karena itu, yang terjadi adalah kekhawatiran kepada remaja perempuan. ”Padahal, dampaknya bisa dirasakan di kedua pihak,” katanya.

Bagi orang tua yang mengetahui anaknya terkena IMS, Didik menyarankan ada pendampingan dalam pengobatan. Jika dibiarkan menjalani pengobatan sendiri, dia khawatir tidak jelas akibatnya. Orang tua pun harus mengetahui benar tentang IMS. ”Dukungan keluarga sangat penting,” jelasnya.

Didik menyarankan orang tua bisa berkonsultasi kepada ahli, baik dokter, psikolog, maupun konselor, untuk mengetahui bagaimana pendampingan yang harus dilakukan. Yang kerap terjadi, saking kalut melihat kondisi anaknya, orang tua malah berkomunikasi dengan orang yang sama sekali tidak memiliki wawasan tentang IMS.

Dia menjelaskan, anak yang telah dianggap berbuat kesalahan tidak sepatutnya dianggap melakukan kesalahan yang tak termaafkan. Termasuk mereka yang terkena IMS. Orang tua harus mawas diri pula bahwa hal tersebut merupakan kegagalan mereka dalam mengasuh.

Untuk menghadapi anak yang terkena IMS, orang tua disarankan tidak menunjukkan ekspresi berlebihan. Orang tua disarankan bersikap tenang. Memberikan pelukan agar mereka merasa mendapatkan dukungan dari orang dan tidak hanya disalahkan. ”Tunjukkan kalau si anak memang buah hati yang harus disayangi,” katanya.

Orang tua hendaknya bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan anaknya. ”Orang tua hendaknya bisa meluangkan waktu untuk bisa bersama anak-anak mereka,” saran Didik.

Waktu kebersamaan itu bisa dimanfaatkan untuk membicarakan apa yang telah dialami dan akan dialami anak. Kedekatan emosional yang dibangun sejak kecil membuat anak menjadi sosok yang terbuka kepada orang tuanya. Sebab, umumnya, anak enggan bercerita soal pacaran atau perilaku yang dianggap tidak disenangi orang tua. (lyn/nir/c19/git/rie)

0 Komentar