Naikkan Target Ekspor Ikan

bandungekspres.co.id– Tingkat konsumsi ikan nasional di Indonesia mulai memperlihatkan hasil menggembirakan. Kurva menaikkan tingkat konsumsi terus mengarah ke atas dari tahun ke tahun. Target 2015 Indonesia berhasil menaikan hingga 41.11 kg/kapita per tahun dari tahun sebelumnya 38 kg/kapita pertahun.

”Untuk 2016 ini kita membidik ? 43.88 kg/kapita pertahun. Capaian tahun lalu bisa menjadi barometer capaian akan terus meningkat. Tahun lalu mencapai 41.11 kg/kapita pertahun dari 65 kg ketersediaan sumber daya,” kata Nilanto Perbowo, Dirjen Penguatan Daya Saing (PDS) Kementerian Kelautan dan Perikanan, saat memberikan keterangan pers di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, kemarin (8/1).

Pada kesempatan tersebut, Nilanto juga mengatakan penguatan pasar dalam negeri akan semakin baik mengingat target ekspor yang tidak begitu signifikan. Sehingga, dengan memberikan kesempatan melimpahnya bahan baku di dalam negeri, maka harga ikan pun akan semakin kompetitif. Apalagi tahun lalu ekspor ikan Indonesia mengalami penurunan, lantaran dampak berbagai kebijakan yang diterapkan KKP lewat peraturan yang digawangi oleh Meteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Bahkan untuk sistem logistik nasional (SLIN) yang diperuntukan mendekatkan ikan ke komsumer mulai diprioritaskan. Hebatnya, pihak asing sekarang dilarang berinvestasi di bidang penangkapan, akan tetapi lebih diarahkan untuk berinvestasi bidang pengolahan, pemasaran dan distribusi. Selama ini, harga ikan begitu mahal lantaran biaya logistik nya mahal.

Untuk memutus matarantai tersebut agar harga ikan bisa diterima semua kalangan, maka pemerintah membuat program SLIN dan mendekatkan coolstorage mendekat ke pelabuhan. ”Untuk ikan fresh memang tidak seberapa, dan harganya relatif mahal. Kalau untuk fresh beku, dan sudah diolah tapi tetap dalam bentuk segar, program ini yang sedang terus kami tingkatkan,” katanya.

Selain ingin terus berupaya memperkuat pasar dalam negeri, KKP juga membuka peluang pasar baru dengan komoditi baru. Kalau selama ini pasar Eropa, Amerika, Timur Tengah, hingga Afrika, Rusia juga menjadi pasar yang perlu diperkuat untuk komoditi tuna. Terlebih makin banyaknya negara yang mempermudah olahan dalam negeri yang diminati di mancanegara belakangan ini. Kepercayaan pasar dunia tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia.

Tinggalkan Balasan