Bocorkan Reshuffle Jilid II
bandungekspres.co.id– Isu reshuffle atau perombakan kabinet edisi kedua tampaknya bukan isapan jempol. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo bakal melakukan penggantian menteri pada akhir 2015.
’’Kemungkinan sebelum akhir tahun ada reshuffle jilid II,” ujar Rizal di Hotel JS Luwansa, Jakarta, kemarin.
Mantan kepala Bulog ini mengatakan, reshuffle jilid II dilakukan untuk menggairahkan kinerja para pembantu Jokowi-JK. Karena itulah, mantan gubernur DKI Jakarta itu terus mengevaluasi kinerja para menterinya.
Baca Juga:10.650 Guru Ikuti UKGJawa Pos dan Kwaran Gelar Teknikal Meeting
Dalam reshuffle jilid II nanti, kata Rizal, Jokowi akan benar-benar memilih menteri pengganti sesuai hasil evaluasi dan penilaiannya, tanpa ada kepentingan lain. ’’Presiden yang menentukan (menteri yang di-reshuffle),” kata pria yang dikabarkan dekat dengan aktris Cornelia Agatha ini.
Rizal bahkan berani menyatakan ada beberapa menteri dalam Kabinet Kerja sebelum perombakan jilid I, yang kualitasnya abal-abal alias KW 2. Hal itu disebabkan karena menteri yang ditunjuk lebih banyak berasal dari nama-nama usulan tokoh dari partai politik.
’’Sembilan bulan pertama (masa pemerintahan Jokowi-JK), yang ditunjuk Jokowi itu hanya 2-3 menteri, yang benar-benar menteri. Sisanya usulan tokoh politik di Indonesia yang visinya masih simpang siur. Kompetensinya KW 2 atau KW 3,” tukasnya.
Alhasil, kondisi perekonomian Indonesia selama sembilan bulan pertama pemerintahan Jokowi-JK terus merosot. Bahkan, masyarakat Indonesia sudah kehilangan harapannya kepada pemerintahan Jokowi.
’’Bapak ibu bisa lihat tadinya harapan sudah sangat kosong, kehilangan harapan dan ekspektasi positif, ditambah penjualan ritel yang drop 30 persen. Rupiah melemah, ekonomi menurun,” beber Rizal.
Barulah setelah mantan Gubernur DKI Jakarta itu melakukan perombakan kabinet pada Agustus lalu, tokoh-tokoh yang mengisi kursi menteri adalah mereka yang memang benar-benar memiliki kompetensi tinggi. Termasuk mengangkat dirinya sebagai menteri.
’’Tapi selama tiga bulan terakhir, ekspektasi kembali positif. Ekonomi yang anjlok paling bawah sekarang mulai naik lagi,” klaim mantan menko perekonomian era Gus Dur ini. (chi/vil)
