Mengambang di Cijalupang

Mengambang Di Cijalupang
HEROIK: Tim Rescue Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung mengangkat mayat perempuan yang mengambang di Sungai Cijalumpang, Jalan Kampung Bojong Awi Kaler, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Arcamanik, Rabu (11/11).
0 Komentar

Eddy Koesman/Bandung Ekspres <br/>

HEROIK: Tim Rescue Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung mengangkat mayat perempuan yang mengambang di Sungai Cijalumpang, Jalan Kampung Bojong Awi Kaler, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Arcamanik, Rabu (11/11).

 

[tie_list type=”minus”]Tak Ada Tanda Kekerasan [/tie_list]

bandungekspres.co.id– Gilang Wulansari, warga Jalan Batu Permata I, RT 03/07 Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buah Batu, siang kemarin ditemukan sudah tidak bernyawa.

Mayat perempuan berumur 44 tahun itu, ditemukan mengambang di Sungai Cijalumpang, dekat SMA Negeri 24, Jalan Kampung Bojong Awi Kaler, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Arcamanik oleh masyarakat sekitar.

Baca Juga:Gelontorkan Dana Rp 54,9 MPR Fair Keempat Paling Beda

Penemuan mayat perempuan paruh baya itu menggemparkan penduduk sekitar. Warga berduyun-duyun mendatangi TKP. Kemacetan panjang tidak dapat dihindari, bahkan sampai ke wilayah Kelurahan Sindanglaya.

Tim Rescue Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung, yang kebetulan ada di sekitar TKP, sedang menengok rekan kerja yang jatuh sakit langsung bertindak dengan mengontak markas komando di Jalan Sukabumi.

Kehadiran mereka sempat tersendat karena kerumunan warga. Tetapi, dalam tempo tidak lebih 10 menit, tim penyelamat ini mampu mengangkat mayat. ’’Ketersendatan kita karena banyaknya warga yang menonton penemuan mayat tersebut,’’ kata Kepala Seksi Penyelamatan DPPK Kota Bandung Elan Suparno, kepada Bandung Ekspres, kemarin.

Dia menjelaskan, tugas timnya sebatas mengangkat mayat. Setelah melalui evaluasi, selanjutnya ditangani Timm INAFIS Polrestabes Bandung. Jenazah diserahkan langsung ke PMI Kota Bandung untuk dibawa ke RS Sartika Asih.

Sempat beredar kabar, di lokasi ada yang mengenal korban. Pasalnya, beberapa orang mengaku kehilangan sanak familinya, namun setelah melihat identitas korban, semua menolak mengenalnya.

Disinggung identifikasi sementara jasad korban, Elan menyebutkan, secara kasat mata tidak ada tanda-tanda kekerasan. Mayat dalam keadaan bugar dan tidak ada lecet-lecet. ’’Sepertinya, mayat itu belum lama. Prediksi awal bisa saja terjatuh ke sungai karena air dari utara cukup deras dan besar. Di TKP saja kedalaman air mencapai 75 sentimeter,’’ ungkap Erlan.

Kepala DPPK Ferdi Ligaswara yang dihubungi membenarkan penemuan mayat perempuan yang dievakuasi Tim Rescue. Menurut Ferdi yang juga Koordinator Satkorlak Kota Bandung ini, keterlibatan DPPK karena fungsi rehabilitasi dan rekonstruksi melekat. “Tupoksi (tugas pokok fungsi) penyelamatan satu-satunya hanya ada di Damkar Bandung. Biasanya fungsi itu ada di Dnas Sosial,’’ imbuh Ferdi.

0 Komentar