bandungekspres.co.id– Sekretari Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Kartiwa bertemu dengan Bupati Majalengka Hadi Sutrisno untuk membicarakan perkembangan proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Hal ini guna mengantisipasi kendala saat pembangunan.
Menurut Iwa, pemprov Jabar bersama pemkab Majalengka sudah sepakat bekerjasama dan menyamakan persepsi untuk segera menuntaskan pembebasan dan persoalan sosial di wilayah yang terkena dampak bandara. ”Kemarin saya bertemu dan sudah identifikasi permasalahan yang disampaikan bupati, dan kita sepakat untuk segera menuntaskan,” jelas dia ketika ditemui di Gedung. Sate kemarin (4/11).
Iwa menuturkan, ada sejumlah persoalan di lapangan yang harus diambil tindakan cepat agar tidak menjadi masalah sosial berlarut-larut. Salah satunya pengalokasian anggaran untuk pembebasan lahan. Dirinya menyebutkan, dari APBD 2015 sudah alokasikan Rp 133 miliar untuk membebaskan lahan seluas 70,46 hektare. Dengan dibebaskan tersebut untuk keperluan landas pacu sepanjang 4000 meter dengan luasan 36 hektare.
Baca Juga:Spurs Ujung TandukUnited Pecah Telur 404 Menit
Kemudian pembebasan tanah khas desa Bantar Jati seluas 3,6 hektare, jalan akses pemakaman umum 10 hektare, tanah masyarakat 14 hektare. ”Progres lahan BIJB sampai saat ini 873,73 hektare termasuk tanah khas desa 80 hektare,” ujarnya.
Untuk pembangunan sisi udara BIJB tahap satu sampai dengan 2015 runway sepanjang 2500 x 60 meter dari dana APBN selesai, termasuk taxi way dan apron dengan anggaran Rp 25 miliar.
Iwa juga memastikan dalam perumusan APBD 2016, ajuan dari Majalengka soal pembuatan jalur penghubung sebesar Rp 79 miliar akan segera terpenuhi. ”Kita selesaikan secepatnya karena sekarang kita sudah menemukan kesamaan gerak dan langkah,” kata dia.
Dirinya berharap, agar pada pembangunan BIJB ini semua pihak agar ikut mendukung kelangsungan pembangunannya, sebab BIJB dibangun untuk kepentingan masyarakat Jabar dan memacu pertumbuhan perkonomian di daerah itu.
”Dampak positifnya sangat besar bagi warga setempat dan dipastikan pertumbuhan ekonomi di daerah itu akan tumbuh dan banyak menyerap tenaga kerja,” ujar dia.
Menurut dia, semua mendukung, jangan ada satu pihakpun yang menyandera pembangunan ini. Kalau ada orang yang berpikir itu (mengganggu) harus berpikir ulang. Karena ini untuk kepentingan masyarakat besar Jabar.
