Dia menyadari melemahnya rupiah merupakan efek dari menguatnya dolar Amerika Serikat namun hal ini juga akibat dari lemahnya struktur ekonomi di dalam negeri. ”Rupiah yang turun selama beberapa bulan ini merupakan kelanjutan dari dua tahun sebelumnya, tidak boleh selalu bilang aman tanpa melakukan tindakan apa-apa. Harus ada langkah konkret dari pemerintah,” tegasnya. (dee/gen/bil/wir/rie)
Terpuruk, Rupiah Tembus Rp 14.000

TIDAK BERTARING: Teller menghitung uang dolar Amerika pecahan 100 di Golden Money Changer, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Senin (24/8). Rupiah mengalami pelemahan di hingga menembus Rp 14.000.