Pemilik peternakan dan penggemukan sapi itu beralasan bila tidak ada pembeli. Hal tersebut yang sedang dikejar, benar atau tidaknya. ”Untuk melihat kesengajaannya ya di situ,” tutur jenderal bintang empat tersebut.
Sebelumnya, Bareskrim menggerebek dua perusahaan terkait kasus pdugaan penimbunan sapi, yakni PT BPS dan PT TUM. Dari kedua perusahaan itu diketahui ada 21.933 sapi yang tidak dijual ke pasaran. Dari 21 ribu sapi itu ada 4 ribu sapi yang sudah siap potong dan jual.
Hingga saat ini hanya ada tiga orang yang diperiksa dalam kasus tersebut. Seorang pemilik peternakan berinisial SH dan dua orang karyawannya yakni, BH serta PH. Kedua karyawananya tersebut memiliki hubungan keluarga dengan SH. (idr/rie)
