oleh

Raih Penghargaan dari ILO

[tie_list type=”minus”]Berhasil Tekan Angka Pengangguran[/tie_list]

SOREANG – Upaya Kabupaten Bandung dalam menekan angka pengangguran mendapat apresiasi dari Internasional Labour Organization (ILO). Organisasi buruh internasional itu menilai Kabupaten Bandung sebagai kabupaten pertama yang bisa menerapkan Modul Start Your Business (SYB).

Direktur ILO wilayah Indonesia dan Timorleste Michiko Miyamoto mengatakan, Kabupaten Bandung dipandang berhasil menerapkan modul SYB yang menggunakan dana dari pemerintah daerah (APBD). Salah satunya dengan membuat sejumlah job fair untuk pencari kerja (Pencaker) dan memberikan beragam pelatihan.

Michiko menjelaskan, program tersebut sudah diterapkan di lebih dari 80 negara di dunia. Namun biasanya daerah lain menggunakan dukungan budget dari ILO.

”Tapi Kabupaten Bandung ternyata memiliki inisiatif untuk menggunakan budget dari daerahnya sendiri. Karena itu kami memberikan penghargaan atas penggunaan modul kami dan dengan inisiatif daerah,’’ jelasnya di sela kunjungannya ke Rumah Dinas Bupati Bandung di Komplek Pemkab Bandung, Soreang, kemarin (8/5).

Dia mengatakan, kondisi ini sangat unik karena inisiatif untuk menggunakan modul tersebut berasal dari pemimpin daerahnya secara langsung. Padahal biasanya, pihaknya yang mempromosikan ke daerah-daerah. ”Yang terjadi di sini justru sebaliknya. Mereka justru pro aktif secara mandiri,’’ tambahnya.

Dia mengungkapkan, modul yang diterapkan sendiri adalah sejenis modul kewirausahaan yang masuk secara resmi pada salah satu program penciptaan lapangan pekerjaan di Kabupaten Bandung. Berdasarkan evaluasi 2012, tingkat keberhasilannya sekitar 30-35 persen.

Nah, untuk kerjasama ke depan, pihak ILO mengatakan akan sangat terbuka menjalin berbagai kerjasama, terutama di bidang ketenagakerjaan. Ini sesuai dengan prioritas utama ILO Indonesia yaitu penciptaan lapangan kerja, hubungan industrial yang kondusif.

”Kabupaten Bandung merupakan pusat industri yang besar di Jawa Barat. Yaitu sekitar seribu sembilan ratus perusahaan, dan perlindungan sosial, maka secara garis besar kita akan melakukan kerjasama di tiga sektor tersebut,’’ ungkapnya.

Dia memaparkan, Indonesia merupakan negara dengan tingkat pertumbuhan yang cukup stabil yaitu sekitar 5-6 persen. Namun, itu juga memacu tingkat pengangguran terbuka yang juga tinggi yakni sebesar 6 persen. Maka dari itu, pihak ILO sangat mengapresiasi langkah-langkah pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran tersebut.

Menanggapi pemberian penghargaan tersebut, Bupati Bandung Dadang M. Naser mengatakan, penghargaan tersebut bukanlah target dari Kabupaten Bandung.

Selama ini pemerintah daerah bergotong royong melakukan banyak upaya untuk menekan tingkat pengangguran dengan sistem 3 in 1 yang beriringan dengan program dari ILO.

’’Kita akan menguatkan dan meningkatkan terus APBD untuk melakukan pemagangan, pelatihan dan penempatan baik di dalam negeri maupun di luar negeri,’’ kata Dadang.

Untuk kewirausahaannya sendiri, menurut Dadang perkembangannya sangat signifikan. Dari sebelumnya hanya sekitar empat ribu UKM, saat ini sudah mencapai sepuluh ribuan UKM baru. ’’Intinya kita akan terus memotong mata rantai kemiskinan dengan menekan angka pengangguran,’’ urainya.

Untuk diketahui, angka pengangguran di Kabupaten Bandung saat ini masih cukup tinggi yaitu sebesar delapan persen dari jumlah 1,8 juta angkatan kerja. (mg15/rie)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga