oleh

Longsor Hancurkan Rumah Warga

Akibat Hujan Deras Selama Dua Har

[dropcap]C[/dropcap]IMAHI – Hujan deras yang mengguyur kota Cimahi selama dua hari kemarin, mengakibatkan lonsor di kawasan Kelurahan Cibabat RT02/19 Kecamatan Cimahi Utara. Setidaknya, satu rumah warga milik Enin Sumarni, (42) hancur akibat longsoran tanah. Kejadian bermula pada Selasa malam, tepatnya pukul 00.00 WIB.

Pemilik rumah Enin Sumarni menuturkan, pada saat kejadian, dirinya sedang memindahkan kayu bakar yang terkena air hujan ke dalam teras rumahnya. Pada saat itu, Enin mengaku memiliki firasat akan terjadinya longsor.

”Pas mindahin kayu ke teras, saya sudah tau bakal ada longsor, karena sebelumnya ada getaran seperti gempa,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian, kemarin (1/4).

Setelah merasakan adanya guncangan yang terus menerus, Enin dan keluargan berinisiatif mengeluarkan semua barang yang ada di dalam rumah. ”Saya keluarkan dulu barang-barang, supaya nanti nggak kebawa longsor. Nah, setelah hampir semua barang dikeluarkan, longsor baru terjadi,” ucapnya.

Beruntung, peristiwa itu tidak sampai memakan korban. Hanya saja, keluarga Enin mengalami kerugian secara material.

Jika dilihat dari lokasi kejadian, rumah korban hanya dibatasi oleh tebing setinggi 15 meter dengan penahan tebing berupa sejumlah tumpukan karung pasir. Sementara tebing tersebut memiliki kontur tanah yang gembur sehingga saat hujan datang menyebabkan pengikisan dan longsor pada bagian mulut tebing.

Sementara itu, Lurah Cibabat Arie Bachtiar mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus pada upaya penanganan dan evakuasi bagi tempat tinggal korban. ”Nanti kita akan bikinkan tenda dulu atau dicarikan rumah kontrakan untuk keluarga korban,” ujarnya.

Dia menjelaskan, lokasi kejadian memang termasuk daerah yang rawan longsor. Untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tak terulang, pihaknya akan menanam tanaman keras dan membangun terasering. ”Nanti akan kami beri tanaman, untuk setidaknya bisa menopang tanah yang rawan longsor,” ujarnya.

Selain di wilayah itu, ada dua titik lainnya yang berpotensi longsor. Yakni, RW 20 dan RW 11. ”Ada beberapa RW yang rawan dengan sudut kemiringan 50 derajat sampai 80 derajat, makanya kita koordinasi terus dengan Tagana,” tambahnya.

Mengenai upaya pencegahan, pihaknya masih akan melihat hasil dari terasering. ”Kita akan lihat dulu hasil terasering nanti, apakah memungkinkan atau nggak,” katanya. (mg18/asp)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga