oleh

Pebulu Tangkis Hebat Indonesia dan ”Lubang” di Karir Mereka (2-Habis)

Sebagai senior di dunia bulu tangkis, dia yakin para penerusnya bisa memberikan gelar yang selalu dinanti. Meski belum merasakan pertandingan resmi di Olimpiade, Christian mengungkapkan, tampil di Olimpiade merupakan sebuah prestise sebagai individu. ”Sebab, kalau event semacam superseries, setiap tahun bisa diikuti,” katanya.

Berbeda dengan Olimpiade. Untuk bisa tampil dalam ajang multievent empat tahunan tersebut, pebulu tangkis Indonesia membutuhkan waktu dan kerja keras. Kondisi itu juga diakui Koh Chris untuk menjadi pijakan ke depan.

Tim pelatih dan PP PBSI juga mesti memperhatikan jadwal event yang diikuti atlet. ”Jangan sampai penataan jadwal itu mengganggu event mayor seperti Olimpiade,” terangnya.

Selain Christian, masih ada Icuk Sugiarto, sosok legendaris bulu tangkis nasional yang belum merasakan nikmatnya pertandingan Olimpiade secara resmi. Sama halnya dengan Koh Chris, Icuk sebatas meramaikan ekshibisi.

”Menyesal, ada. Tetapi, itu sudah menjadi garis hidup dari Yang Mahakuasa,” ungkapnya. Namun, harapan darah dagingnya meneruskan penasaran itu bakal terwujud. Adalah putra sulung Icuk, Tommy Sugiarto, yang bakal tampil dalam Olimpiade 2016 Brasil.

Tentu dengan catatan, Tommy harus berada di 16 besar peringkat dunia menuju Olimpiade. ”Bangga, tentu ada. Tetapi, masih harus nunggu sampai Mei,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.