oleh

Satu Korban Kereta Api Anjlok Luka Berat

 

 [tie_list type=”minus”]Langsung Dilarikan ke Rumah Sakit Ciremai [/tie_list]

CIREBON – Kereta Api Bangun Karta jurusan Jakarta-Surabaya terguling akibat menabrak ekor kereta barang dari arah yang bersamaan di Desa Warduwur, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Sabtu (23/5) sekitar pukul 18.45. Tidak ada korban tewas dalam peristiwa itu. Hanya satu penumpang kereta barang yang mengalami luka berat.

Pantauan Radar Cirebon (Grup Bandung Ekspres) di lokasi kejadian, bagian terparah rusak pada lokomotif kereta. Meski demikian, masinis yang diketahui bernama Muhammad Nur Yasin, asisten masinis Lilik Dio dan kondektur kereta Bangun Karta Duwi Yuli Sulistio selamat dalam kejadian tersebut. Namun, satu orang mengalami luka barat berasal dari kereta barang. Korban tersebut bernama Sarwani, 33, warga Kelapa Dua Depok. Sarwini mengalami luka di paha kanan patah, jari sebelah kiri hancur, kepala dan bagian perut robek. korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ciremai Cirebon.

Penumpang gerbong empat KA Bangun Karta, Masyuri, 32, mengaku, tidak mengetahui persis kejadian tersebut. Hanya saja, saat berada di toilet terdengar suara gemuruh dari arah depan kereta. Bersamaan dengan suara tersebut, lampu di gerbong empat mendadak mati.

”Ketika melongok ke depan KA yang kita tumpangi anjlok, para penumpang langsung berbondong-bondong turun berikut barang yang mereka bawa. Sebelum kejadian ini, para penumpang sudah merasakan kondisi mesin di gerbong pertama panas,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kereta Bangun Karta berangkat dari Stasiun Gambir. Hanya saja, berhenti di Stasiun Kejaksan. Sebelum kembali berangkat, KA barang yang ditabrak KA Bangun Karta berangkat 5 menit lebih dahulu. ”Bedanya hanya lima menit. Setelah itu, KA yang kita tumpangi pun berangkat. Sekitar pukul 18.45 terjadi tabrakan KA yang kita tumpangi dengan kereta barang,” ungkapnya.

Manager Humas DAOP III Cirebon Supriyanto mengatakan, belum mengetahui secara persis penyebab kecelakaan KA di jalur empat ini. Sebab, saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

Padahal, pemberangkatan kereta Bangun Karta dengan kereta barang sendiri beda setengah jam. ”Untuk KA Bangun Karta berangkat jam 18.30, sedangkan KA pengangkut barang berangkat lebih dulu pada jam 18.00,” katanya.

Dia mengungkapkan, KA Bangun Karta yang terguling hanya lokomotifnya saja, sedangkan empat gerbong penumpang anjlok, dan dua gerbong anjlok milik kereta pengangkut barang. ”Jumlah gerbong KA jurusan Jakarta Surabaya ada 8 gerbong, sedangkan kereta barang 20 gerbong,” paparnya.

Untuk jumlah penumpang, kata Supriyanto, lumayan banyak sekitar 600-650 orang. Sebab, kapasitas KA dengan 8 gerbong mampu menampung 750 orang. ”Oleh karena itu, dengan kejadian ini kami dari PT KAI meminta maaf kepada para penumpang, karena perjalan terhambat. Tapi, kami tetap bertanggung jawab. Perjalan penumpang dilanjutkan dengan menggunakan bus,” ucapnya. (sam/fik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.