Kenalkan Batik Tulis Asli

bandungekspres.co.id – Galaseni Batik Nasional melalui Pameran batik ekslusif bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap seni hand made Indonesia. Pameran karya batik tulis tersebut akan digelar di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh Bandung pada 24-28 Febuari.

Event Organizer Galaseni Batik CEO Maxindo Desay Savitri Devi mengatakan, pameran kali ini merupakan kali ketujuh yang digelar bertemakan batik. Namun dalam helatan kali ini, pihaknya memiliki misi khusus yaitu, memperkenalkan batik asli Indonesia yang bekerjasama dengan Dinas Industri Dagang (Indag) Jabar, para perajin batik, seniman batik dan para pemuda pemudi batik.

”Setiap hari akan kita lakukan workshop dan edukasi mengenai pengenalan batik tulis asli. Saat ini sudah banyak batik-batik print-an yang berasal dari Cina dan Korea. Kita sengaja lakukan event ini yang nantinya akan menjadi event rutinan setiap dua tahun sekali,” katanya kepada wartawan di Hotel Aston Braga Senin (22/2) kemarin.

Desay mengungkpkan, nantinya akan ada 60 tenant yang sudah diseleksi panitia untuk bisa mengikuti pameran selama lima hari. Menurutnya, meski yang dipamerkan merupakan karya seni batik eksklusif, namun range harga batik yang dipamerkan tersedia untuk masyarakat kalangan manapun.

’’Untuk pameran kita sediakan beberapa range harga. Malah lebih murah jika beli langsung di pengrajin batik. Nah di sini ada mulai dari harga Rp 100 ribu. Bahkan kalau ada, ya sampai harga Rp 500 juta pun ada,’’ ungkap Desay.

Menurutnya, dalam proses seleksi pihaknya begitu selektif dalam memilih barang yang akan dipamerkan. Pameran ini jangan sampai menjadi ajang untuk berjualan apalagi sampai ada perang harga dengan kualitas barang yang sama. Menurutnya, panitia sudah memilih barang-barang atau karya batik yang unik dan berbeda, agar pengunjung mendapatkan edukasi mengenai batik bisa memilih batik yang eksklusif.

”Ada Batik Cirebon, Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Madura, NTT, Palembang, Sambas dan beberapa kota lainnya. Untuk karya di beberapa wilayah memang punya karakteristik yang beda, kalau yang di pesisir warna batiknya lebih cerah dan kaya warna, tapi kalau Yogyakarta itu warnannya sogan,” papar Desay.

Tinggalkan Balasan