Reaktivasi KA Bingungkan Warga

419
YANA TARYANARADAR TASIKMALAYA
  DAPAT PENOLAKAN Seorang warga melihat spanduk penolakan reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut Kamis (410). Spanduk itu terpasang di depan DPRD Garut.

GARUT – Rencana reaktivasi kereta api jurusan Cibatu-Garut dinilai membingungkan warga. Alasannya, sejumlah warga yang berada di bantaran rel kereta api merasa belum mendapat informasi secara resmi terkait rencana tersebut baik dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) maupun instansi terkait. Sementara itu, warga melihat wacana tersebut terus berkembang di sejumlah media massa.

”Makanya sekarang masyarakat juga tambah bingung karena DPRD mengatakan bahwa rencana itu baru wacana. Rabu lalu saya dan warga audensi dengan komisi B DPRD Garut. Katanya rencana reaktivasi ini baru wacana. Jadi mana yang bener. Jadi bingung,” ucap Undang, 55, warga Kampung Babakan Abid, Kelurahan Suci Kaler, kemarin (4/11).

Undang berharap, jika rencana reaktivasi itu akan dilakukan, PT KAI tidak melakukan eksekusi pembongkaran lahan secara mendadak agar warga leluasa untuk mencari tempat tinggal baru.

”Kalau warga tetap menolak. Tapi kalau keukeuh wae harus pindah, ya terpaksa. Tapi jangan mendadak, kan warga juga butuh waktu, butuh biaya untuk pindah,” ujarnya.

Terpisah, Bupati Garut Rudi Gunawan mengatakan, reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut akan dilaksanakan pada 2019 mendatang. Kegiatan itu merupakan program provinsi dan PT KAI, dan sekarang sudah dalam pendataan tahap kedua.

”Pemda sendiri akan memindahkan kantor Kelurahan Paminggir yang dibangun di atas rel kereta api. Reaktivas ini sudah pasti, sudah fix Saya mendapatkan kabar dari Pa Gubernur,” kata Bupati.

Sementara, Ketua Komisi B DPRD Garut Dudeh Ruhiyat mengatakan Komisi B sempat mendatangi pihak PT KAI DAOP II Bandung untuk meminta kejelasan terkait reaktivasi tersebut.

Menurutnya, kalau kegiatan tersebut baru wacana, dan anggarannya pun belum ada. ”Reaktivasi kereta api ini ada di empat wilayah di Jawa Barat salah satunya di Garut. Tapi rencana itu belum pasti, dan kami pun akan kembali mengadakan pertemuan dengan PT KAI termasuk pemerintah daerah agar masalah ini jelas sehingga masyarakat atau warga yang tinggal di bantaran rel kereta api tidak gelisah,” pungkasnya. (erf/ign)

BAGIKAN


3 KOMENTAR

  1. Tentunya rencana mengaktifkan rel yang sudah lama mati suatu saat akan terrealisasikan, masyarakat sebaiknya bersiap-siap saja dan sebaiknya jangan menepati lahan-lahan yang bukan menjadi haknya jika memang mau hidup nyaman tanpa harus pindah tempat tinggal.

    sebaiknya warga sabar menunggu keputusan dan pemberitahuan informasi yang resmi, dan hati-hati dengan berita-berita hoax yang ingin mengadu domba masyarakat.

  2. Alhamdulillah semoga kang emil dapat merealisasikannya karena garut pasti butuh kereta. Sebaiknya warga langsung mendatangi kantor PT KAI ataupun kantor pemerintah provinsi untuk menayakannya. Jgn lari ke DPRD, mereka gk tau apa-apa yakinlah. Saya harap warga semakin bijak dalam hal ini dan menyadari kesalahannya.

  3. Kan sudah dikatakan oleh bupati Garut bahwa reaktivasi pasti dilakukan dan sedang dalam tahap pendataan, artinya udah dapat jawabannya dong? Terlepas dari adanya reaktivasi atau tidak, warga seharusnya tidak menempati lahan KAI. Jika sudah begini mereka merasa keberatan jika harus pergi dari lahan tersebut, padahal mereka tidak memiliki hak atas tanah itu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.