Monstera, Pasar Bebas, dan Kaum Milenial

54

SAAT ini media sosial (med­sos) menjadi suatu media yang memiliki peran penting dalam kehidupan kita. Per­kembangannya sangat pesat. Perkembangannya berdampak pada kian terbukanya akses informasi yang semakin luas. Keadaan ini memicu feno­mena globalisasi, sebagai hasil dari perkembangan tek­nologi di bidang telekomu­nikasi yaitu internet dan tel­epon genggam.

Generasi muda dengan se­gudang potensi yang dimiliki, sudah saatnya untuk men­jadi pionir atau penggerak perkembangan medsos. Ge­nerasi muda zaman now yang merupakan penghuni dari internet atau hidup di zaman internet, tak lagi menjadi peng­guna yang pasif. Mereka bu­kan sekadar melihat. Banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan oleh generasi mu­da sebagai partisipasi aktif dalam medsos. Sebagai con­toh generasi muda dapat membuat blognya sendiri di mana di dalamnya ditulis pengalaman pribadi, hobi atau kegemaran, baik di bidang seni, olahraga, bisnis dan se­bagainya. Hal ini dimanfaat­kan oleh para pengusaha sebagai sarana promosi.

Signifikan

Menggeliatnya tanaman hias khususnya monstera di tahun 2018 ini salah satunya dipengaruhi hal itu selain dipengengaruhi oleh trend tanaman hias. Silahkan cek majalah, facebook, instagram, sampai sudut-sudut ruangan di gedung perkantoran, you must find Monstera deliciosa there. Betul, bukan? Itu ka­rena, semua orang dibuat jatuh cinta dengan daun hijau besar yang memesona ini. Dan hal ini terbukti sangat sigin­fikan penjualan tanaman hias ini meningkat dengan signifikan.

Tingginya permintaan ta­naman indoor kepada plants­hop atau petani tanaman hias membuat harga tanaman-tanaman hias ini melesat tinggi. Ditahun 2017 Jawa Barat mampu menghasilkan monstera sekitar 26.504 pohon dengan luas panen seluas 7.634 m2. Tanaman monstera tahun ini menjadi primadona dipa­sar, untuk dijualbelikan baik itu di offline (pasar tanaman hias tradisional) maupun on­line.

Tanaman yang berasal dari hutan tropis di selatan Mek­siko sampai selatan Panama ini, mempunyai bentuk daun berukuran raksasa dan jika diletakkan di tepi kolam daun­nya bisa melebar cukup besar sehingga menyerupai monster, itulah mengapa disebut mons­tera. Dengan daun berlubang yang khas, monstera merupa­kan tanaman rumah yang memiliki kemampuan untuk tumbuh puluhan meter. Namun jika ditanam di dalam pot, ukuran daunnya hanya selebar telapak tangan orang dewasa saja. Daun tanaman mons­tera bentuknya mirip dengan daun talas, mengkilat hijau bercahaya. Semakin tua usia daun, semakin gelap warnanya, namun juga semakin mem­berikan kesan elegan bagi ruangan tempatnya tumbuh.

Monstera adalah tanaman hias yang populer sebagai penghias ruangan. Menurut riset, selain membuat suasa­na menjadi lebih sejuk, tana­man hias yang diletakkan di dalam ruangan juga bisa mendongkrak produktivitas dan meningkatkan kebaha­giaan. Tak hanya unik namun tanaman ini mampu mem­berikan kesan eksklusif pada ruangan, selain itu juga mam­pu meningkatkan kualitas udara berkat produksi oksigen terutama pada malam hari

Permintaan Pasar

Dengan meningkatnya per­mintaan pasar dan petani ta­naman hias yang masih bersi­fat tradisional pengeloaannya sehingga sangat sulit untuk memenuhi tingginya permin­taan tersebut. Terlebih lagi sejak adanya pasar bebas, ta­naman hias plastik memban­jiri pasaran. Lagi-lagi ibu-ibu milenial yang sangat sibuk dan sedikit sekali waktunya untuk melakukan perawatan tanaman hias asli. Tentu akan lebih me­milih praktis dan tetap menda­patkan unsur keindahan dari tanaman hias plastik.

Bunga asli dianggap kein­dahan tidak dapat bertahan lama, selain itu jika kita meng­gunakan tanaman hias asli kita harus menganti dalam beberapa hari karena tanaman hias asli mudah layu jika di­simpan di dalam ruangan. Belum lagi perawatannya yang cukup intens, setiap harinya harus mengganti air di dalam vas agar tanaman hias bisa selalu tampil segar. Karena tidak begitu efisien, banyak yang memilih tanaman hias plastik sebagai dekorasi peng­ganti tanaman hias asli.

Namun hal ini benar-benar membuat para petani tanaman hias sangat dirugikan, pihak dekorasi misalnya cukup me­madukan antara tanaman hias asli dan tanaman hias plastik, sehingga hanya 50 persen saja dari dekorasi yang bisa disuplai oleh petani ta­naman hias.

Dukungan pemerintah

Pemerintah harus segera mengambil tindakan, jika tidak bukan hanya tanaman hias monstera saja yang akan turun produksinya, namun semua jenis tanaman hias. Adanya fasilitas budidaya sampai ke pasar, dari hulu ke hilir misalnya. Kemudian adanya gerai-herai untuk ta­naman hias diharapkan mampu memperpendek jalur distribusi, memotong mata rantai yang panjang.

Dukungan pemerintah me­mang sangat diperlukan, terutama di hilirnya, yaitu pasar. Karena dengan dibuat­nya pasar khusus tanaman hias hal ini akan memudahkan para petani tanaman hias menjual hasil produksinya. Dengan adanya pasar ini lah diharapkan jaminan harga yang layak diperoleh sehing­ga para petani tanaman hias tetap dapat bertahan dalam era globalisasi yang penuh persaingan. Karena sejauh ini para petani tanaman hias tidak mempunyai bargaining power dalam menentukan harga. (**)

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.