Indo Barometer: Percuma Menggugat

Perbedaan Diatas Empat Persen

141
DISKUSI PUBLIK: Ketua DPR Bambang Soesatyo (tengah) politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait (kanan) dan politisi Partai Demokrat Rachlan Nasidik (kiri) hadir dalam rilis dan diskusi Indo Barometer bertema 3,5 tahun pemerintahan Joko Widodo dan Quovadis Nawacita, di Hotel Atlet Century, Jakarta Pusat, Selasa (22/5).

BANDUNG – Lembaga Survei Indo Barometer menilai rencana pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang akan menggugat hasil rekapitulasi akhir KPU Jabar merupakan tindakan sia-sia. Sebab, secara perolehan dari tingkat presisi antara pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dengan Sudrajat-Ahmad Syaikhu cukup berbeda jauh yakni lebih dari 4 persen.

”Sehingga sulit merubah keadaan, dan tentu saja kesannya menjadi percuma apabila melihat angka perolehan suara yang cukup jauh,” tutur Peneliti Senior dari Lembaga Survei Indo Barometer, Asep Saepudin kepada Jabar Ekspres melalui telepon genggamnya di Bandung, kemarin (10/7).

Sebagaimana hasil perhitungan cepat jelas Asep, hasilnya hampir merata di semua lembaga survei kredibel di antaranya Indo Barometer menunjukkan perbedaan hasil kedua pasangan calon tersebut yaitu, sekitar 4%. Perbedaan prosentase 4% tersebut serupa dengan yang dihasilkan dari rekapitulasi KPU Jawa Barat.

”Jika kita bermaksud berhitung angka suara dari 21 juta partisipasi pemilih di Jawa Barat maka setidaknya butuh perubahan hasil sekitar 840.000 suara baru bisa merubah posisi tersebut. Hal tersebut jika dilihat dari matematika hasil dari perhitungan cepat,” jelasnya.

Namun demikian terang Asep, pada dasarnya menggugat adalah hak demokrasi. Tetapi apabila tetap dilakukan pihaknya sebagai perisa menilai tindakan tersebut percuma atau sia-sia. Mengingat umumnya pihak yang melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi biasanya apabila terdapat hasil yang diperoleh bersaing kuat antar pasangan calon.

”Misalkan ada perbedaan tipis di bawah 1%, biasanya hal itu lumrah terjadi,” terangnya.

Diluar itu tambah Asep, kira publik Jawa Barat juga sudah mulai menilai positif terhadap pasangan Asyik yang gentle mengakui kemenangan pasangan Rindu. Tindakan tersebut sangat bagus dalam meredam panasnya politik di Jawa Barat.

“Dengan kata lain, maksud saya adalah jangan sampai gugatan ke MK ini justru menambah suasana baru dan menjadi bumerang tersendiri bagi pasangan Asyik,” tutupnya.

Sementara itu Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi mengatakan sehubungan dengan pelaksanaan Pilkada di 16 Kota Kabupaten dan Pilgub Jabar 2018, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut tim advokasi DPP partai koalisi masing-masing.

”Saya menghaturkan banyak terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya atas dedikasi, perjuangan dan pengorbanan serta doa yang telah dipanjatkan untuk memenangkan pasangan yang diusung dan didukung Partai Gerindra,” tuturnya.

Sebutnya untuk saat ini Gerindra terus bergerak, berjuang untuk menuju sasaran utama menjadikan Prabowo Subianto sebagai presiden di 2019 dan Partai Gerindra jadi pemenang pemilu legislatif 2019. (mg2/ign)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.