Harga Telur Naik Dinilai Wajar

61
Pakan Ayam Jadi Sebab Kenaikan Telur
MEMILIH YANG TERBAIK: Beberapa pembeli sedang memilah telur curah yang tersedia di swalayan yang ada di Kota Bandung.

BANDUNG – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat memprediksi meroketnya harga telur dan daging ayam hingga akhir Julio 2018. Itupun menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Dewi Sartika jika tidak ada operasi pasar untuk menekan harga.

”Sebenarnya produksi ayam masih normal, masih diangka 30-50 persen. Begitupun permintaan masih stabil. Tetapi karena input produksi (biaya produksi) saat ini mahal maka secara otomatis akan menaikkan harga ayam dan telur. Harga ini diprediksikan akan terus bertahan (mahal) apabila tidak ada operasi pasar,” tutur Dewi pada Jabar Ekspres di kantor DKPP Jabar, kemarin (13/7).

Dewi menjelaskan, selain operasi pasar yang harus segera dilakukan, upaya lain untuk menekan harga telur dan daging ayam naik yakni dengan menurunkan biaya produksi. Dia menyontohkan salahsatunya dengan mengganti antibiotik AGP (Antibiotik Growth Promotant). Antibiotik dari herbal atau enjim harganya relatif lebih murah. Sehingga, akan menurunkan biaya produksi yang menjadi faktor utama naiknya harga ayam dan telur.

ads

“Pengkonversian AGP ke antibiotik herbal atau enjim tentunya akan menekan biaya produksi sehingga harga ayam dan telur akan lebih murah, karena dampak dari pelarangan AGP ini mempengaruhi bobot ayam yang mengalami penurunan dan ini merugikan peternak,” jelasnya.

Selain itu factor lainnya adalah lemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ini pun berdampak terhadap mahalnya harga pakan yang rerata impor. Sehingga, secara otomatis mengerek harga ayam maupun telur.

”Dolar naik, itu memengaruhi harga ayam dan telur, karena pakan di Jabar kebanyakan masih impor. Jadi mau tidak mau akan memengaruhi harga, dan meskipun ada pakan dari jagung lokal tetapi tetap saja kebanyakan impor, pakan ayam lokal belum mampu memenuhi permintaan di Jabar,” terangnya.

Disamping itu kata Dewi, upaya lainnya seperti membuat lingkungan kandang yang bersih sangat dianjurkan terutama saat cuaca sedang ekstream seperti saat ini. Alasannya, kandang sangat berpengaruh terhadap ketahanan ayam dari penyakit, dengan begitu peternak tidak perlu mengeluarkan biaya untuk obat-obatan mencegah penyakit atau vaksin lainnya yang bertujuan untuk ketahanan ayam apabila dari aspek kandang sendiri sudah diupayakan bersih dan aman dari penyakit.

”Persoalan kebersihan kandang dan pembangunan dinding penahan serta pemanas ruangan disaat cuara ekstream. Di Jabar saat ini turut memengaruhi naiknya harga ayam dan telur,” katanya.

Lanjutnya, minggu depan waktu panen ayam yang merupakan hasil pembibitan pasca lebaran yang harga pakan masih tinggi maka diprediksikan harga ayam dan telur sampai Juli ini akan tetap bertahan naik.

”Besok kan panen, tetapi kandang yang kemarin waktu lebaran kan dikosongin dulu karena libur, lebaran dulu seminggu. Kemudian masuk ayam yang waktunya 30 atau 32 hari tergantung berat badan yang harga pakannya masih tinggi, sehingga yang panen saat ini pun pasti masih mahal,” ujarnya.

Sehingga dia menganggap wajar apabila harga ayam di tingkat peternak meningkat dari Rp 21 ribu perkilogram menjadi Rp 24-25 ribu, dan saat masuk broker bisa sampai kisaran Rp 29 ribu dan harga pasar menjadi Rp 40 ribu per kilogramnya.

Faktor sama terjadi pada meroketnya harga telur yang sampai saat ini tembus diharga Rp 28 ribu. Salahsatunya karena harga pakan yang terkerek naik akibat menguatnya dolar terhadap rupiah saat ini.

”Telur sama, karena Jabar merupakan daerah konsumen bukan produksi. Kita ambil dari Blitar dan darisana harganya sudh mahal jadi disaat harga telur di sana Rp 28 ribu sampai di Jabar bisa sampai Rp 29-30 ribu,” tambahnya.

Meskipun ada beberapa daerah di Jabar menjadi sentra produksi telur seperti Ciamis tetapi tetap saja tidak bisa mencukupi permintaan telur di Jabar yang cukup tinggi. Sehingga, Jabar lebih banyak dipasok dari Blitar dan wilayah Jawa Tengah lainnya. (mg2/ign)

~ads~
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.