Tumbuhkan Nilai Patriotisme di Pesantren

YULI S YULIANTI/BANDUNG EKSPRES
TANAMKAN PATRIOTISME: Anggota DPR/MPR RI, Dede Yusuf menyebutkan ulama sejak dahulu menjadi garda terdepan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

jabarekspres.com, SOREANG – Ratusan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Ma­shalihul Mursalat di Desa Parungse­rab Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung, kemarin dengan antu­sias mengikuti kegitan Sosialisasi­kan 4 Pilar Kebangsaan, Jumat (14/4).

dede-yusuf-1Pada kesempatan itu anggota MPR RI Fraksi Partai Demokrat H. Dede Yusuf, menjelaskan terkait Panca­sila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhin­neka Tunggal Ika. Dede menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai patriostisme di lingkungan Pondok Pesantren, menurutnya santri-san­triwati dari ponpes juga ikut serta dalam memperjuangkan Kemerde­kaan bangsa.”Kemerdekaan Indo­nesia tidak lepas dari peran serta para ulama dan santri,” kata Dede Yusuf saat ditemui usai acara.

Lebih lanjut lagi dia menyebutkan, umat islam di Indonesia ikut punya andil besar dalam mengusir para kaum penjajah. Terutama para ulama dan santri menjadi garda ter­depan dalam perjuangan kemerde­kaan bangsa Indonesia. Sehingga sudah pasti bahwa nilai-nilai pa­triotisme dan cinta tanah air ditanam­kan dalam jiwa para santri.

”Pondok pesantren mengajarkan nilai-nilai agama, akhlak bagi ge­nerasi muda yang akan menjadi salah satu benteng utama untuk menghadapi derasnya arus globa­lisasi dan liberalisme di Indonesia yang terus menggerus dekadensi moral anak bangsa,” jelasnya.

Selain itu tutur Dede Yusuf, tan­tangan saat ini adanya krisis ideolo­gis yang akan berakibat pada terge­rusnya jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang Pancasilais. Dia menyebutkan beberapa contoh di­antaranya, seperti kekerasan atas nama agama, perbedaan kepen­tingan politik dan liberalisasi di bidang ekonomi.

”Dengan sosialisasi tersebut, kami berharap, nilai-nilai kebangsaan yang ditanamkan dalam jiwa para santri harus di ikuti juga oleh penguatan nilai-nilai pengetahuan dan kemam­puan untuk bisa bersaing dengan bangsa lain, terutama di dunia kerja dengan berlakunya era Ma­syarakat ekonomi Asean,” papar­nya. (adv/yul/ign)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR