Pelaku UKM Belum Sadar JKN

0
AZIS/CIMAHI EKSPRES
warga antri pelayanan bpjs kesehatan cabang cimahi

jabarekspres.com, CIMAHI – Para pelaku Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM) kebanyakan belum menyadari pentingnya asuransi kesehatan. Hal itu terlihat saat sosialisasi yang digelar wadah UMKM se Jawa Barat, Aksara 3,4, dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Cimahi.

Menurut ketua pelaksana sekaligus Ketua Umum Aksara 3.4, Benny Irawan, menyebutkan dengan kerjasama itu diharapkan bisa memberikan sedikit pencerahan mengenai jaminan kesehatan. “Para pelaku UMKM itu butuh jaminan kesehatan yang mengcover mereka. Masalahnya, mereka kebanyakan tidak paham apa manfaatnya, karena mereka kurang mendapatkan penerangan, mudah-mudahan sosialisasi ini bisa merubah mindset mereka,” ujar Benny di Gedung Technopark, Selasa (11/4).

Dikatakannya, selama pelaksanaan kegiatan tersebut semakin banyak pelaku UMKM yang mulai terbuka pikirannya mengenai program JKN KIS. Karena selama ini, sebut dia, mereka hanya dijejali dengan hal negatif dari BPJS Kesehatan. Sebagai contoh, banyak kasus seorang pasien peserta program JKN KIS yang dikelola BPJS Kesehatan, tidak diterima di rumah sakit tertentu.

Benny juga berharap agar sosialisasi yang dilakukan oleh BPJSbisa lebih menyasar masyarakat yang notabenenya tinggal di perkampungan dan jauh dari akses informasi.  ”Hal itu jadi penilaian bagi pelaku UMKM untuk tidak percaya pada BPJS. Mungkin sosialisasi dari BPJS ke masyarakat di kampung, yang bekerja seperti pelaku UMKM harus ditingkatkan. Banyak juga yang tidak tahu, kelas ini di BPJS dengan biaya sekian perbulan, apa saja yg didapat, itu penting disampaikan,” katanya.

Ditempat sama, Bidang Pemasaran BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, Rini Indriani Gunawan mengungkapkan, saat ini pihaknya menyasar UMKM untuk sosialisasi dan memperluas kepesertaan BPJS Kesehatan. Sosialisasi tersebut juga untuk menyampaikan mengenai bagaimana sistem BPJS Kesehatan itu bekerja dan manfaat dari program JKN KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Diakuinya, saat ini masih banyak masyarakat termasuk pelaku UMKM yang tidak mengetahui program JKN KIS. ”Masih banyak yang tidak paham atau bahkan tidak tahu apa sih JKN KIS itu, apa bedanya dengan BPJS. Nah itu jadi tugas kami sebagai badan penyelenggaranya untuk melajukan sosialisasi ini,” terang Rini.

Mengenai cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan sendiri, pihaknya mengklaim jika cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Cimahi sudah mencapai 75 persen. Pada tahun 2019, BPJS kesehatan menargetkan cakupan seluruh masyarakat di Kota Cimahi untuk tercover oleh BPJS Kesehatan. Pihaknya juga menjelaskan jika sosialisasi program JKN KIS tidak hanya pada pelaku UMKM saja, melainkan ke semua pihak.

Terkait kendala dalam memberikan penjelasan pada masyarakat, Ia mengaku jika masih banyak masyarakat yang kurang sadar terhadap manfaat dari BPJS Kesehatan dan khususnya program JKN KIS ini. Sebab masih banyak pihak yang tidak memahami seperti apa JKN KIS itu memberikan manfaat untuk pesertanya.   ”Sebetulnya JKN KIS itu kan bekerja dengan sistem gotong royong, seperti yang sehat membantu yang sakit, atau istilahnya subsidi silang. Masyarakat masih kurang percaya ketika ikut JKN KIS, katanya nanti pelayanannya dibeda-bedakan, misalnya mahal atau sulit. Padahal pihak kami tidak akan mempersulit masyarakat,” paparnya. (bun/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here