Masalah Pasar Lembang Harus Tuntas

BERDIALOG : Puluhan pedagang pasar Panorama Lembang berkomunikasi dengan koordinator pedagang tentang isu berkembangnya pembangunan Mall pada 2015 lalu.

jabarekspres.com, NGAMPRAH – Untuk menyelesaikan sejumlah permasalahan yang ada di Pasar Panorama Lembang sejumlah pedagang bersama Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengadakan dialog secara langsung dalam pertemuan yang digelar di Gedung Paca Kecamatan Lembang, kemarin (11/4).

Bupati KBB Abubakar mengatakan, ada sejumlah persoalan yang harus segera dituntaskan diantaranya penyelesaian masalah sampah yang sudah terlalu lama menumpuk di belakang pasar.

Selain itu, pedagang menginginkan adanya kenyamanan dan keamanan yang harus terjaga di lingkungan pasar.

Komunikasi secara terbuka ini, juga membahas menegenai status lahan pasar, dan kios bagi para pedagang.

Managemen dari PT Bangunbina Persada selaku pihak pengembang  yang turut hadir dalam pertemuan itu, memberikan syarat kepada pedagang bahwa para pedagang wajib membayar terlebih dulu sebesar 30 persen dari seluruh kewajiban. Sedangkan, sisanya bisa dicicik berdasarkan kesepakatan.

Adapun keluhan pedagang yang menggap ukuran Kios terlalu kecil hal itu harus diselesaikan langsung dilapangan oleh pihak pengembang dan para pedagang.

Disinggung soal status lahan Pasar Panorama Lembang yang sempat digugat oleh ahli waris, Abubakar menyebutkan, berdasarkan putusan Pengadilan Bale Bandung tertanggal 5 April 2017, bahwa gugatan yang dilayangkan oleh ahli waris ditolak oleh pengadilan.

Sehingga, Pemkab Bandung Barat dinyatakan sebagai pemilik lahan Pasar Panorama Lembang.

“Putusannya sudah ada, dan kami dinyatakan sebagai pemilik lahan tersebut,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, Apung Hadiat menambahkan, melihat kondisi eksisting pasar saat ini, pihaknya berencana akan menyiapkan 10 gerobak pengangkut sampah untuk membersihkan gunungan sampah yang berada tepat di lokasi belakang kawasan pasar.

Hal itu, dilakukan karena sulitnya akses masuk kendaraan untuk menjangkau lokasi pembuangan sampah. “Kami juga berkoordinasi dengan pihak pengembang agar persoalan sampah ini dapat diatasi secepatnya,” tutup Apung. (drx/yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here