Film Jadi Senjata Baru Bela Negara

jabarekspres.com, BANDUNG – Direktorat Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan melakukan pola baru dalam menanamkan bela negara. Salah satunya dengan memberikan pemahaman kebhinekaan lewat film.

”Sinema bisa menjadi senjata ampuh. Lihat Amerika. Mereka menggunakan sinema sebagai senjata untuk mempromosikan keunggulannya,” ungkap Hanung Bramantyo, sutradara film Seteru di sela-sela nonton bareng sinema film disponsori bank bjb itu di Cihampelas Walk (Ciwalk)  XXI, Jalan Cihampelas Bandung, kemarin (28/4).

”Sudah selayaknya, Indonesia pun menjadikan sinema sebagai senjata untuk meningkatkan ketahanan nasional,” tambahnya.

Menurutnya, banyak sinema asing yang berpengaruh besar pada generasi muda tanah air. Sinema-sinema itu kemudian menggerus generasi muda hingga akhirnya acuh pada sisi nasionalisme. ”Negara juga harus berperan untuk memajukan film yang mendukung nasionalisme,” tegasnya.

Dia menuturkan, pemerintah pernah hadir dalam sinema ketika masa pemerintahan Orde Baru. Sayangnya, ucap Hanung, sinema tersebut menjadi sebuah doktrin dan alat propagada Orde Baru. ”Sayangnya, saat itu bukan tidak menekankan pada nasionalisme dan Pancasila,” ucapnya.

Makanya, lewat Film Seteru, Hanung mengatakan, dia berusaha menyuguhkan kebhinekaan lewat perbedaan ras, suku, dan agama. Inti dari film tersebut, perpecahan menjadi sumber kelemahan nasionalisme. ”Sebaliknya, perbedaan merupakan sebuah kekuatan luar biasa yang seharusnya termanfaatkan demi negara ini,” ungkap Hanung.

Di sisi lain, Vice President Corporate Sexretary Division bank bjb, Hakim Putratama mengatakan, film tersebut tidak sekadar mempromosikan program, produk, sekaligus branding.

Menurutnya, sinema dapat menjadi sebuah sarana baru sosialisaai bank bjb. Sosialisaasi itu, kata dia, dapat berupa program-program Corporate Social Responsibility (CSR), produk, termasuk branding.

”Selama ini, melakukan promosi produk dan aktivitas sosial melalui berbagai kegiatan. Kali ini, kami melalui sinema,” tandasnya.

Dia berpendapat, sosialisasi melalui sinema merupakan hal baru karena pengemasannya yang berbeda. ”Sifatnya hiburan. Ini membuat secara tidak langsung, publik lebih mengenal apa dan bagaimana bank bjb secara lebih luas,” ucapnya sambil menambahkan, usai jadwal tayang di bioskop, film tersebut akan diputer di seluruh sekolah.

Hakim mengaku, tertarik menjadi sponsor film Seteru bukan tanpa alasan kuat. Dia berpandangan, sinema yang disutradarai Hanung Bramantyo ini memuat banyak hal postif, terutama, berkenaan dengan ideologi dan nasionalisme.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan