Bangun Perpustakaan Pribadi

Mengajar Bahasa Inggris kepada Anak Semua Golongan

AGUS MULYADI/BANDUNG EKSPRES
HOBI MEMBACA: Pendiri Rita Home Library, Rita Koesman membaca buku berbahasa Inggris saat ditemui jabar Ekspres di perpustkaannya, Jalan Ciumbuluit, Kota Bandung, belum lama ini.

bandungekspres.co.id, BANDUNG – Kegigihan Rita Koesman mengumpulkan dan merawat buku-buku pribadinya perlu dijadikan teladan anak muda zaman sekarang. Lebih dari 20 tahun, Rita membangun perpustakaan pribadi dan tak segan mempersilahkan orang lain turut belajar bersamanya membacanya. Apalagi, koleksi di perpustakaannya didominasi buku berbahasa Inggris.

Perpustakaan yang diberi nama Rita Home Library ini digagas sejak 1995, namun baru resmi berdiri sejak tahun 2000. ”Saat itu, bukunya belum banyak. Ambu (sebutan Rita Koeman) juga masih tinggal di rumah orang tua. Belajarnya juga kadang di teras, rumah, garasi, atau di mana saja pokoknya. Pas tahun 2000, baru semuanya sudah terorganisir,” ungkap Ambu Rita di perpustakaan pribadinya, Jalan Ciumbuluit, Kota Bandung, belum lama ini.

Ambu Rita yang merupakan pengajar di Bandung Internasional School, bertekad mendirikan perpustakaan dari bobinya membaca. ”Awalnya ini dari hobi saya yang suka membaca. Keluarga juga hobi membaca. Lama-lama, buku banyak yang pinjam. Tapi, banyak juga yang hilang. Setelah bukunya banyak, ambu pengen orang lain seperti ambu. Akhirnya, ambu buat perpustakaan kecil-kecilan. Karena dari observasi ambu sendiri, anak-anak zaman sekarang kayaknya males baca,” ungkap Ambu Rita.

Perpustakaan rumah ini berisi koleksi berbagai buku berbahasa Inggris. Dari buku-buku khusus untuk anak-anak, orang dewasa/mahasiswa, bahkan orang tua, semuanya tersedia. Buku-buku ini awalnya milik sendiri, tapi seiring berjalannya waktu buku-buku ini pun terkumpul dari berbagai pihak yang membantu.

Setiap Minggu, biasanya Ambu Rita mengadakan kegiatan mengajar Bahasa Inggris pada anak-anak. Awalnya memang hanya sedikit anak-anak yang datang. Namun berkat kesabaran Ambu Rita mendekati mereka, akhirnya banyak anak yang datang dan tertarik untuk belajar bersamanya.

Anak-anak yang Rita ajak pun tidak dibatas, berbagai latar belakang Ambu Rita bersedia menerima. ”Mulai dari anak tukang cuci baju, tukang beling, sopir, hansip, dan lain-lain, semuanya ambu terima. Tanpa batas,” ungkapnya.

Perpustakaan Ambu Rita pun sengaja dibangun dengan settingan yang cukup unik. Sehingga membuat anak-anak nyaman dan tertarik untuk belajar bahasa Inggris di dalamnya. Selain belajar di dalam rumah, Rita pun kadang mengajak anak-anak belajar di serambi rumah, di teras dan di taman. Anak-anak pun semakin bersemangat mengikuti pembelajaran Rita.

Setelah perpustakaan sudah layak pakai, berbagai metode dikerahkan supaya anak-anak tertarik belajar, Rita akhirnya memutuskan untuk mencari dana atau sponsor guna mendukung keberlangsungan programnya. Akhirnya, Ambu Rita pun mendapat bantuan dari Belanda dan Diknas. Bantuan tersebut berupa buku-buku dan beasiswa (dari Belanda) untuk Rita kuliah S2-23.

”Belanda datang ke rumah saya dan melihat-lihat perpustakaan saya. Lalu, mereka membantu saya. Dan bahkan memberikan saya beasiswa untuk kuliah,” jelasnya.

Menurut Rita, sebenarnya anak-anak itu bukan males baca, tapi mereka hanya butuh motivasi dari seseorang. Selain motivasi, kita harus mampu mengajak mereka dengan metode yang bisa membuat mereka tertarik untuk membaca, seperti dari buku-bukunya yang harus menarik, suasana tempatnya, dan motivasi dari pengajarnya,” jelas dia.

Adapun untuk ke depannya, Ambu Rita berharap bisa memiliki perpustakaan lebih besar lagi dan lebih banyak program yang bisa dikerakan olehnya. ”Untuk ke depannya, pertama saya ingin memiliki library yang lebih besar lagi. Supaya bisa dimanfaatkan orang dan bisa lebih banyak kegiatan-kegiatan. Kedua, selain Bahasa Inggris, saya mulai melaksanakan program lain, seperti kemarin sudah mulai belajar musik. Siapa tau nanti ada les Sunda, karena potensi saya memang di sana,” ungkapnya. (fika-job/fik)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here