oleh

Dadang M. Naser Minta BPR Kertaraharja Harus Bantu  Pemulihan Ekonomi

CIPARAY – Bupati Bandung H. Dadang M Naser meminta kepada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kerta Raharja agar memberikan perannya lebih banyak dalam membantu pemulihan ekonomi di masa Pandemi Covid-19.

Menurutnya, selain mewujudkan gerakan sosial, BPR Kertaraharja harus ikut andil memberikan solusi untuk membantu pemerintah Kabupaten Bandung dalam memerangi keberadaan rentenir.

Dadang Naser juga meminta kepada para ulama  untuk meyakinkan kepada masyarakat kalau bertransaksi atau kita menyimpan uang di bank milik negara diperbolehkan.

’’ Jadi dengan hadirnya bank resmi semacam BPR di tengah masyarakat diharapkan tidak terjerat oleh rentenir,’’jelas Dadang kepada wartawan, Selasa, (13/10).

Dia menilai, keberadaan BPR harus mampu menjadi lembaga yang dipercayai masyarakat. Terutama dalam memberikan pinjaman kredit kepada para pelaku usaha kecil dan menengah.

“Jadi hadirnya bank itu bukan hanya sekedar meminjankan, tapi ada guident bisnis sehingga UMKM naik kelas menjadi UKM, yang kemudian menjadi konglomerat. Dibarengi teknolgi sesuai yang disyaratkan OJK, bahwa bank milik pemerintah itu harus dilengkapi teknologoi atau bidang IT,” pinta Dadang.

Dadang  menambahkan,  pimpinan BPR harus segera menggelar RUPS (rapat umum pemegang saham), kaitan rencana membangun BPR Cabang di Sindangkarta dan gedung IT di Soreang.

’’BPR bisa naik kelas tidak lagi konvensional, tapi harus ada modernisasi perbankkan supaya kepercayaan masyarakat lebih kuat lagi terhadap BPR,’’kata dia.

Sementara Direktur BPR Kertaraharja, Moch Sholeh Pios, mengatakan, saat ini BPR Kerta Raharja sudah memiliki 15 kantor cabang yang representatif dan 12 Kantor Kas

Untuk kantor kas BPR sebagian masih sewa dan akan dibangun secara bertahap. Pertama kita akan membangun untuk Cabang bank BPR Sindangkerta, kemudian pada 2021 akan dibangun gedung teknologi yang representatif sesuai syarat OJK.

Setelah merenovasi 15 kantor cabang, diharapakan dua tahun ke depan secara bertahap akan mengembangkan kantor-kantor cabang ke sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.

’’Saat ini sudah dibangun kantor cabang di Padalarang dan Cikalong serta akan dibangun kantor cabang di Sindangkertà, Kabupaten Bandung Barat,’’kata dia.

Sementara untuk pembangunan Kantor BPR Cabang Ciparay, kata Pios, dibangun tiga lantài dengan anggaran Rp1,6 miliyar.

“Untuk pelayanan di Kantor Cabang ini mulai besok sudah bisa jalan,” ucapnya.

Dia berharap, dengan dibangunnya gedung baru BPR Cabank Ciparay ini kedepan pelayanan bisa lebih baik lagi.

Sementara itu, Laba yang diraih Cabang BPR Ciparay saat ini sudah mencapai Rp 800 juta dan di akhir tahun diharapkan bisa mencapai sebesar Rp 1,1 miliayar.

’’Khusus Ciparay dan keberhasilan ini belum dilakukan Cabang BPR lainnya,” kata Pios.

Agar bisa bersaing dengan bank lain, menurut Pios, BPR harus dilengkapi teknologi. Diantaranya kita harus dibangun IT di kantor pusat yang representatif untuk menjalankan tenologi, seperti world bank atau bank keliling dan ATM.

’’Selama ini belum ada dan kita akan mengkapi di BPR,” pungkasnya. (rus/yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *