Akibatnya, sebagian warga yang bermukim di sekitar lereng belum mengetahui secara pasti apakah rumah mereka berada di zona rawan bencana.
Selain ancaman longsor, koordinasi lintas wilayah dengan Kabupaten Bandung Barat juga menjadi perhatian. Kedua daerah memiliki keterkaitan aliran sungai yang sama sehingga persoalan di wilayah hulu berpotensi berdampak terhadap kawasan hilir Cimahi.
“Koordinasi lintas-wilayah dengan Kabupaten Bandung Barat juga menjadi tantangan karena aliran Sungai Cigugur dan Sungai Cimahi melintasi batas administrasi, sehingga sampah penyumbat saluran air dari hulu bisa memicu banjir di hilir Kota Cimahi tanpa koordinasi pembersihan bersama,” imbuhnya.
Baca Juga:PGN Perkuat Pengembangan Bisnis dan Operasional Berbasis Energi Rendah KarbonXPENG Resmikan Experience & Service Center ke-11 di Bandung, Hadirkan Layanan 3S Terintegrasi
Ngatiyana meminta seluruh unsur pemerintah dan masyarakat memperkuat langkah pencegahan serta deteksi dini. Menurutnya, pengenalan tanda-tanda awal bencana menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa.
“Seluruh unsur Forkopimda, aparatur kelurahan, dan warga diminta saling berkoordinasi apabila menemukan tanda-tanda retakan tanah, pohon miring, air keluar dari tebing, serta saluran air tersumbat sampah di sekitar Sungai Cigugur dan Sungai Cimahi,” ujarnya.
Ia juga meminta agar simulasi kebencanaan diperluas hingga tingkat RT dan RW, khususnya di Cipageran, Citeureup, serta kawasan hilir Melong. Dengan begitu, warga dapat mengetahui jalur dan titik evakuasi terdekat apabila banjir atau longsor terjadi.
Ngatiyana menilai, kesiapan pemerintah harus diikuti dengan penyampaian informasi yang menjangkau langsung masyarakat, terutama mereka yang tinggal di kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi.
“Tanpa sosialisasi pemetaan zona rawan ke tingkat lingkungan, apel bersama dan simulasi bencana hanya akan menjadi persiapan di tingkat instansi pemerintah saja, sementara warga yang tinggal tepat di zona bahaya belum mendapatkan peringatan dini secara langsung sebelum hujan deras mengguyur wilayah utara Cimahi,” pungkasnya. (Mong)
