Wawan mengatakan, kebakaran hutan dan lahan memberikan dampak negatif bagi masyarakat, terutama di Kalimantan. Salah satu dampak yang dirasakan langsung adalah asap akibat kebakaran.
“Kenapa kita harus peduli dengan isu karhutla ini? Pertama adalah Karhutla ini memberikan dampak yang sangat negatif bagi kita masyarakat khususnya di Kalimantan dampak negatif yang paling kita rasakan adalah asapnya itu,” ujarnya.
Bagi Borneo Kind, penanaman pohon di Tahura Bukit Soeharto bukan merupakan kegiatan satu kali. Wawan menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian pertama dari rangkaian gerakan Save Our Forest yang direncanakan berlanjut melalui kegiatan berikutnya.
Baca Juga:Dari Hunian Terjangkau Menuju Kota yang Hidup, HWB Purwakarta Mulai Serah Terima 1.500 UnitBandung Fashion Parade 2026 Padukan Wastra Nusantara dan Tren Modern, Tegaskan Bandung sebagai Kota Mode
“Borneo Kind temanya Save Our Forest ini enggak cuma hari ini aja. Jadi kami akan terus continue akan berkelanjutan ini baru volume satu. Akan ada volume dua, volume tiga, volume empat, khusus untuk Save Forest ini,” kata Wawan.
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam gerakan tersebut. Menurut Wawan, Tahura Bukit Soeharto merupakan kawasan konservasi yang memiliki beragam ekosistem hayati, termasuk flora dan fauna yang perlu dijaga.
“Saya berharap Kalimantan itu hutannya bisa kembali seperti semula lagi, khususnya di Tahura, ini adalah wilayah konservasi dimana banyak ekosistem hayatinya, satwa flora dan faunanya bisa kembali seperti dulu lagi,” ujarnya.
Pesan mengenai pentingnya menjaga hutan juga disampaikan Basuki. Ia mengingatkan bahwa hubungan manusia dengan alam perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga kelestarian kawasan hutan.
“Alam adalah ibu, bila engkau menyakitinya engkau akan kehilangan pelukan terhangat dalam hidupmu. Jadi saya kira save our forest is a must. Jangan jadikan selogan saja tapi is a must. Save our forest is a must kita teruskan,” kata Basuki.
Melalui penanaman ini, Otorita IKN dan Borneo Kind berharap kerja sama dalam upaya pemulihan kawasan pascakebakaran dapat terus berlanjut. Keterlibatan komunitas dan masyarakat diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga keberlanjutan hutan Kalimantan.
