Sementara itu, Direktur Program ARTJOG, Gading Narendra Paksi, menyampaikan apresiasinya atas dukungan JNE yang membantu kelancaran distribusi karya seni dan berbagai perlengkapan pameran.
Menurut Gading, IN MEDIO merupakan puncak dari rangkaian program residensi seniman yang sebelumnya diselenggarakan di Yogyakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Love 🤟 ARTJOG, sebuah platform yang lahir dari komitmen ARTJOG untuk membangun ekosistem seni yang lebih inklusif sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap seni dan disabilitas.
Dalam pelaksanaannya, Love 🤟 ARTJOG berkolaborasi dengan Tab Space, sebuah social enterprise yang memberikan ruang dan fasilitas bagi seniman disabilitas untuk berkembang sebagai praktisi profesional. Kolaborasi ini juga melibatkan dotHub Space sebagai ruang pertemuan seni, desain, dan budaya yang mengedepankan semangat inklusivitas.
Baca Juga:Sering Bayar Pakai QRIS? Ini 4 Tips agar Pengeluaran Tetap Terkendalibank bjb Catat Pertumbuhan Laba Bersih 37.3% Year on Year
Selain itu, Ace House Collective, kolektif seni independen asal Yogyakarta, turut dilibatkan sebagai fasilitator dalam program residensi tersebut.
Sebanyak lima seniman dari berbagai daerah mengikuti proses residensi, yakni Clara Vania dari Yogyakarta, Dewi Nurlaela dari Jakarta, Ilham Sadikin dari Bandung, Septa Anggitayuda dari Bogor, serta Zakka Nurul Giffani Hadi dari Yogyakarta.
Selama sepuluh hari, para seniman terlibat dalam berbagai kegiatan pertukaran pengetahuan, eksplorasi artistik, hingga perjumpaan dengan seniman lain, kolektif seni, dan ruang-ruang seni independen di Yogyakarta.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya dengan karakter, pendekatan, dan medium yang berbeda-beda.
Karya-karya yang ditampilkan mengeksplorasi beragam tema, mulai dari arsitektur, transportasi, dan tradisi yang diwujudkan melalui figur robotik, simbolisme kesetaraan antara komunitas Tuli dan Dengar, hingga eksplorasi fotografi yang berpadu dengan bahasa isyarat.
Selain itu, terdapat pula karya yang mendokumentasikan hubungan keluarga melalui teknik cyanotype serta kolase yang menggabungkan citra fisik dan digital.
Keberagaman pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana setiap seniman memiliki cara tersendiri dalam menerjemahkan pengalaman, gagasan, dan perspektif ke dalam karya seni.
Baca Juga:Padi Jabar Tembus 10,23 Juta Ton, BULOG Serap Hampir 695 Ribu Ton hingga Oktober 2026Liburan 2 Hari 1 Malam di Garut, Ini Rekomendasi Wisata Alam, Kuliner, hingga Berburu Oleh-Oleh
Melalui IN MEDIO, pengunjung tidak hanya diajak menikmati hasil eksplorasi artistik para seniman, tetapi juga melihat seni sebagai ruang perjumpaan yang mampu membangun pemahaman mengenai kesetaraan, keberagaman, dan inklusivitas.
