Polisi Selidiki Pelaku Penyerangan di Simpang Sulanjana Bandung

Ist. Tangkap layar unggahan sosial media saat terjadi penyerangan oleh sekelompok orang terhadap kendaraan Dal
Ist. Tangkap layar unggahan sosial media saat terjadi penyerangan oleh sekelompok orang terhadap kendaraan Dalmas di kota Bandung. Dok tangkap layar sosmed.
0 Komentar

Selain itu, mahasiswa hingga elmen masyarakat juga menuntut agar Prabowo-Gibran membatalkan US-Indonesia Agreement on Reciprocal Trade (ART), hentikan badai PHK dan politik upah murah, hentikan kenaikan pajak dan harga kebutuhan pokok, serta bangun industri nasional berbasis reforma agraria sejati.

Tak hanya hal tersebut, mahasiswa hingga elmen masyarakat juga meminta untuk segera menghentikan pemborosan dan korupsi anggaran negara, hentikan Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan proyek militer. Potong anggaran polisi dan tentara untuk dialokasikan bagi jaminan sosial rakyat terutama pendidikan dan kesehatan, serta setop diskriminasi negara, kekerasan aparat, krıminalisasi, serta pembungkaman hak demokratis rakyat dalam berkumpul, berserikat, berekspresi dan menyatakan pendapat.

Sementara itu, selain di kawasan Asia Afrika, sejumlah mahasiswa di Kota Bandung juga terlihat mengekar aksi serupa. Dari pantauan Jabar Ekspres di lokasi, puluhan mahasiswa lengkap dengan atribut aksi serta almamater yang dikenakannya terlihat menyuarakan berbagai tuntutannya salah satunya soal 2 tahun kepemimpinan Prabowo – Gibran.

Baca Juga:Kampanye Telur Baik Sapa Pengunjung PIM 5, ICFA Ajak Konsumen Kenali Telur Ayam Bebas SangkarMemperkuat Kepemimpinan Cartenz Tactical di Om Industri Tactical Lokal Indonesia

Salah seorang yang merupakan Presiden Mahasiswa (Presma) UNPAs, Muamar Baasir mengatakan aksi ini sengaja dilakukan pihaknya.

“Kami di sini dari Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pasundan bersama dengan beberapa pimpinan fakultas yang lain, menyuarakan tentang Panca Cipta yang kita sudahbgaungkan sebagai hal yang harus diciptakan oleh kabinet Prabowo-Gibran untuk menciptakan suatu keadilan sosial bagi masyarakat Indonesia,” katanya di lokasi.

Dalam aksi kali ini, Muamar mengatakan ada beberapa poin penting yang akan disalurkan seperti mengenai permasalahan ekonomi, pendidikan, sikap represivitas TNI-POLRI, kebijakan, hingga pembangunan.

Sementara itu di tempat yang sama, Menteri Kajian Aksi Strategis BEM UNPAS, Aria Rangga Saputra menambahkan bahwa beberapa poin tersebut merupakan hal krusial yang patut disuarakan.

Seperti hal nya permasalahan ekonomi, Aria menyebut bahwa tidak lagi mementingkan kepentingan masyarakat diamana nilai rupiah hingga kini semakin melemah di angka Rp18.000.

“Terus terkait dengan transparansi APBN 2026, bagaimana terkait dengan pendapatan dengan pembelanjaan itu sangatlah kontra. Itu juga menjadi persoalan. Terus di poin kedua, terkait dengan pendidikan. Bagaimana kita ketahui bahwasanya fasilitas pendidikan per hari ini sangatlah susah. Ditambah sekarang Bapak Presiden Prabowo Subianto membuat salah satu program kerja lebih lanjut terkait dengan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda ataupun Universitas Republik Indonesia,” ucapnya.

0 Komentar