Persaingan kemudian berlanjut pada Sabtu (10/10), dengan agenda pertandingan lanjutan hingga babak perempat final, menyesuaikan format masing-masing kategori.
Sementara itu, partai semifinal dan final akan menjadi puncak turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/10) di Houm Court.
Untuk pertandingan kategori putri, Sethiabudi Social Club turut menjadi venue pertandingan pada Jumat dan Sabtu. Sedangkan seluruh pertandingan semifinal dan final pada hari terakhir dipusatkan di Houm Court.
Baca Juga:The 127th REAAA Governing Council Meeting Kunjungi IKN, Soroti Infrastruktur dan Kota BerkelanjutanTelkomsel dan PosDigi Hadirkan Paket Sat Set Pos, Bantu 200 Ribu Agen Pos Tetap Produktif
Besarnya partisipasi dalam turnamen ini sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan padel tidak hanya terjadi pada level senior. Kelompok usia muda mulai mendapatkan ruang kompetisi yang lebih luas untuk mengasah kemampuan sekaligus merasakan atmosfer pertandingan berstandar internasional.
Jabar Siapkan Regenerasi Atlet Padel
Bagi PBPI Jawa Barat, FIP Promises Bandung bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan atlet padel sejak usia muda.
Agenda olahraga padel di Jawa Barat pun dipastikan tidak berhenti setelah turnamen internasional tersebut berakhir. PBPI akan melanjutkan rangkaian kegiatan dengan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBPI.
Selain itu, PBPI Jawa Barat juga tengah menyiapkan eksibisi padel dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV). Eksibisi tersebut diharapkan menjadi langkah awal sebelum cabang olahraga padel nantinya dapat dipertandingkan secara resmi dalam gelaran PORPROV berikutnya.
“Setelah event FIP di Jawa Barat kali ini, berikutnya akan ada Kejurnas PBPI. Setelah itu kami PBPI Jawa Barat akan mengadakan eksibisi PORPROV yang harapannya nanti setelah itu, di PORPROV berikutnya sudah jadi pertandingan resmi,” ujar Mirza.
Ia pun berharap penyelenggaraan turnamen internasional di Jawa Barat dapat semakin banyak pada tahun-tahun mendatang. Selain event yang digelar PBPI Jawa Barat, peluang menjadi tuan rumah turnamen FIP Bronze maupun FIP Promises juga diharapkan kembali terbuka.
“Semoga tahun depan turnamennya bisa semakin banyak,” katanya.
Dengan jumlah peserta mencapai 191 pasangan, FIP Promises Bandung West Java 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan padel usia muda di Indonesia.
Baca Juga:Bandung World Cinema 2026 Jadi Ruang Regenerasi Sineas dan Penggerak Ekonomi KreatifSingapura Kalah 6-0, Anggota DPR F-PAN Desak FIFA Bongkar Dugaan Sepakbola Gajah
Bandung bukan hanya menjadi tempat bertemunya para atlet muda dari berbagai wilayah, tetapi juga menunjukkan semakin besarnya minat terhadap olahraga padel di kelompok usia junior.
