Selain menata organisasi dan sumber daya manusia, Faunaland saat ini masih berfokus pada kelanjutan revitalisasi kawasan Bandung Zoo.
Persiapan tersebut turut mencakup peningkatan standar kesejahteraan satwa serta berbagai aspek operasional yang perlu dipastikan sebelum kawasan dapat kembali menerima kunjungan masyarakat.
Langkah tersebut menjadi penting mengingat Bandung Zoo tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga memiliki peran dalam edukasi dan konservasi. Dengan demikian, kesiapan pengelolaan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung keberlangsungan fungsi tersebut dalam jangka panjang.
Baca Juga:Gunadarma Jadi Universitas Pertama di IKN, 48 Mahasiswa Kini Mulai Perkuliahan di NusantaraOtorita IKN Gunakan Pendekatan Humanis, Fasilitasi Warga Tinggalkan Tahura Bukit Soeharto
Faunaland menyebut kebutuhan tim akan berkembang mengikuti tahapan pengelolaan Bandung Zoo. Karena itu, struktur organisasi dan kompetensi yang dibutuhkan juga akan disesuaikan berdasarkan kebutuhan operasional di masa mendatang.
“Seiring dengan perkembangan pengelolaan dan meningkatnya kebutuhan operasional, kebutuhan tim juga akan berkembang. Faunaland akan menyesuaikan kebutuhan tersebut dengan struktur organisasi dan kompetensi yang diperlukan, termasuk melihat peluang pengembangan tim sesuai dengan kebutuhan pada tahap selanjutnya,” tambah Dwiki.
Penataan tersebut diharapkan dapat membangun organisasi yang mampu mendukung pengelolaan Bandung Zoo secara lebih terarah, sekaligus menjawab kebutuhan kawasan ketika nantinya kembali beroperasi.
Tetap Membawa Nilai Bandung Zoo
Bandung Zoo sendiri memiliki sejarah panjang dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bandung. Karena itu, proses pengelolaan ke depan tidak hanya diarahkan pada pembenahan kawasan secara fisik, tetapi juga tetap memperhatikan nilai dan fungsi yang selama ini melekat pada Bandung Zoo.
Faunaland menyatakan pengelolaan ke depan akan diarahkan untuk mendukung Bandung Zoo sebagai ruang konservasi, edukasi sekaligus rekreasi bagi masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, revitalisasi diharapkan tidak berhenti pada perubahan fasilitas maupun tampilan kawasan. Persiapan organisasi dan tim juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Yang kami persiapkan bukan hanya kawasan dan fasilitasnya, tetapi juga organisasi yang dapat mendukung pengelolaan Bandung Zoo secara berkelanjutan. Kami berharap proses ini dapat berjalan dengan baik dan pada akhirnya membawa Bandung Zoo hadir kembali dengan standar pengelolaan yang semakin baik bagi satwa dan masyarakat,” tutup Dwiki. (*)
