Ia membedakan sosok Rakeyan Sancang yang hidup pada abad ke-6 dengan Kian Santang yang muncul pada abad ke-15-16. “Alhamdulillah kita bisa memvisualkan kisah sejarah tentang Rakeyan Sancang. Mudah-mudahan ini bisa berlanjut. Mohon dukungan semua media, pemerintah daerah, dan seluruh pihak supaya bersama-sama mulasara budaya bangsa,” kata Ade.
Acara yang memadukan pelantikan pengurus dengan pertunjukan budaya itu menjadi bukti nyata komitmen Paguyuban Pasundan dalam menjaga warisan leluhur sekaligus menanamkan nilai perjuangan kepada generasi penerus. (bbs)
