Telkomsel Bekali 1.500 Guru dengan AI, Dua Guru Jabar Jadi yang Terbaik

Telkomsel Bekali 1.500 Guru dengan AI, Dua Guru Jabar Jadi yang Terbaik
Telkomsel Bekali 1.500 Guru dengan AI, Dua Guru Jabar Jadi yang Terbaik
0 Komentar

Dua Guru Jawa Barat Masuk Enam Terbaik

Pencapaian Irvia Mariza dan A. Arief R. menjadi bagian dari hasil akhir program yang melibatkan guru dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada tahap penghujung, sebanyak 12 guru terbaik mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan karya serta praktik pembelajaran yang telah mereka kembangkan selama mengikuti Terpujilah GURU.

Penilaian dilakukan dengan melihat berbagai aspek, mulai dari proses pembelajaran, karya akhir, hingga penerapan materi yang dihasilkan.

Baca Juga:SMAN 21 Bandung Rebut Gelar Juara AXIS Nation Cup 2026Cara Menurunkan Skor AI Detector

Dari proses tersebut, Telkomsel menetapkan enam peserta dengan skor tertinggi sebagai peserta terbaik Terpujilah GURU 2026.

Mereka adalah Sofie Mellyani F. dari SMAN 4 Surabaya, Irvia Mariza dari SMAN 15 Bandung, Merlin Hitalessy dari SMKN 1 Ambon, A. Arief R. dari SMKN 1 Garut, Winda Risnawati dari SMAN 5 Pematangsiantar, serta Tressya Litaay dari SMAN 38 Maluku Tengah.

Bagi para guru yang mengikuti program tersebut, kehadiran AI dinilai dapat membuka peluang baru, terutama dalam menciptakan materi pembelajaran yang lebih dekat dengan karakter dan kebutuhan peserta didik.

Salah satu peserta terbaik Terpujilah GURU 2026, Tressya Litaay, menyampaikan, kehadiran AI bukan membuka banyak peluang khususnya bagi anak-anak di pedesaan.

“Melalui program Telkomsel ini, kami para guru di daerah diajarkan untuk jeli memanfaatkan AI guna menciptakan media pembelajaran yang interaktif dan relevan, sehingga mereka siap menghadapi masa depan,” tuturnya.

Pengalaman berbeda juga disampaikan A. Arief R. dari SMKN 1 Garut. Sebagai guru senior, ia mengaku program tersebut turut mengubah pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran di kelas.

“Sebagai guru senior, saya tidak ingin tertinggal dari generasi muda yang sangat akrab dengan AI. Program ini mengubah cara saya mengajar secara drastis dari yang tadinya berpusat di papan tulis dan pasif, kini menjadi pembelajaran yang aktif, berbasis pemikiran komputasional, dan penuh tantangan kreatif yang disukai anak-anak,” ujarnya.

Baca Juga:Ketua DPD RI Tinjau Progres Kawasan Legislatif di IKN Teknologi Robotik Bantu Operasi Tulang Belakang, RS Premier Bintaro Kenalkan Globus Excelsius GPS

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat atau aplikasi digital. Lebih jauh, teknologi dapat menjadi bagian dari upaya guru menciptakan metode pembelajaran yang lebih aktif dan melibatkan siswa.

0 Komentar