Ditha Lisda, Alumni Sembilan yang Kini Berjuang dari Pinggir Lapangan

Ditha Lisda, Alumni Sembilan yang Kini Berjuang dari Pinggir Lapangan
Ditha Lisda, Alumni Sembilan yang Kini Berjuang dari Pinggir Lapangan
0 Komentar

Bagi Ditha, mengembalikan kejayaan Sembilan bukanlah sesuatu yang bisa dicapai dalam waktu singkat. Ia menyadari bahwa peran sebagai pelatih membutuhkan proses panjang, termasuk kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan karakter pemain saat ini.

“Pastinya ada tantangan ya melatih anak-anak era sekarang sama waktu saya dulu. Saya sendiri juga masih perlu belajar karena masih banyak yang perlu dibenahi juga,” katanya.

Perjalanan tim putri SMAN 9 Bandung pada musim ini harus berakhir di babak delapan besar. Mereka kalah tipis 15-17 dari SMAN 1 Baleendah.

Baca Juga:Chelsea Aurelia Memburu Gelar Juara pada Musim Terakhir Bersama SMAKBanyu Tirtayasa Wujudkan Mimpi Tampil di DBL Bersama Charets

Sembilan sebenarnya sempat unggul dua angka pada awal kuarter kedua. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir.

Sepanjang pertandingan, Ditha terlihat aktif memberikan arahan dari pinggir lapangan. Beberapa kali ia berdiri dan memberikan instruksi kepada para pemain untuk membantu mereka melihat situasi pertandingan dari sudut pandang berbeda.

“Suara saya sampai habis hahahaha. Ada banget geregetnya soalnya,” ujarnya.

Meski hasil pertandingan belum sesuai harapan, Ditha melihat sejumlah momen positif dari permainan anak asuhnya. Ia menilai masih ada banyak hal yang dapat diperbaiki dan dipersiapkan untuk menghadapi musim berikutnya.

“Kayak saya ngerasa ada beberapa momen anak-anak bisa dan dapat momentum. Tapi nggak masalah, kita coba dan persiapkan jauh lebih matang tahun depan,” tambahnya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya mengambil peran sebagai kepala pelatih Sembilan di masa mendatang, Ditha belum dapat memberikan kepastian. Namun, satu hal yang sudah jelas baginya adalah keinginan untuk terus berada di lingkungan almamater.

“Jalan saya masih panjang ya. Satu yang pasti saya akan tetap berada di Sembilan untuk menjadi pelatih. Karena mau bagaimana saya juga berasal dari Sembilan dan saya masih ingin bawa tim Sembilan ini juara lagi,” tandas Ditha.

Baca Juga:DBL Camp Jadi Modal Fahar untuk Menjalani Musim Terakhir Bersama DelapanTiga Cara Generasi Muda Merayakan Kekayaan Indonesia di AQUA DBL Dance

Kini bagi Ditha, Sembilan bukan sekadar tempat untuk mengembangkan kemampuan basket. Sekolah tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidupnya, tempat ia pernah merasakan atmosfer pertandingan sebagai pemain dan kembali untuk mendampingi generasi penerus dari sisi lapangan. Perannya sebagai pelatih menjadi babak baru dalam perjalanan Ditha bersama almamater yang pernah membesarkannya sebagai seorang pemain basket.

0 Komentar