Perjalanan Banyu dalam olahraga sendiri sebenarnya dimulai dari badminton. Ketika masih duduk di sekolah dasar, ia bahkan sempat mengikuti klub badminton dan cukup serius menekuninya.
Namun, sebuah ajakan dari teman membuat Banyu mencoba olahraga basket. Rasa penasaran membuatnya terus bermain hingga akhirnya basket menjadi olahraga yang lebih ia sukai.
“Aku waktu badminton itu sampai ikut klub gitu. Cukup serius lah. Eh, waktu SD diajak temen buat coba main basket. Karena aku kepo kan jadinya aku coba. Keterusan sampai sekarang. Awalnya papa sempat kaget. Cuman mama juga bantu bilang kalau aku memang lebih nyaman di basket,” tuturnya.
Baca Juga:Empat Tim Junior DBL Dance Bandung Hadirkan Cerita Indonesia dengan Gaya BerbedaDBL Camp Jadi Modal Fahar untuk Menjalani Musim Terakhir Bersama Delapan
Sebagai pemain yang baru pertama kali tampil di DBL West Java-East, Banyu sadar masih ada sejumlah aspek permainan yang harus diperbaiki. Ia ingin belajar dari para pemain senior sekaligus membantu Charets kembali mengejar prestasi.
“Ada beberapa hal yang perlu aku benahi kalau aku mau juara. Defense aku harus lebih ketat lagi dan aku juga harus lebih komunikatif juga di lapangan,” ucap Banyu.
Kini, mimpi masa kecil tersebut bukan lagi sekadar angan-angan. Banyu sudah mengenakan jersei Charets dan turun langsung dalam kompetisi yang sejak lama ingin ia ikuti.
Kini langkah Charets di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East juga masih berlanjut. SMAN 2 Bandung berhasil mengamankan tiket delapan besar setelah menundukkan Kalkud dengan skor 37-28.
Dalam pertandingan tersebut, empat dari lima pemain utama Charets berhasil mencetak angka. Marshall Farez menjadi pencetak angka terbanyak dengan 18 poin. Selanjutnya, Charets akan menghadapi SMA 1 BPK Penabur Bandung pada babak delapan besar. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu (20/9).
