Kepala Staf Kepresidenan menegaskan bahwa pembangunan jaringan gas akan terus berlanjut menuju sasaran 1 juta sambungan rumah. Kantor Staf Presiden akan terus mengawal lintas kementerian dan lembaga untuk penyelesaian sisa perizinan, penetapan badan usaha pengelola, penerbitan izin usaha niaga gas bumi, penetapan alokasi gas dan titik serah, serta penetapan wilayah jaringan distribusi dan harga gas rumah tangga, hingga seluruh sambungan rumah beroperasi. “Dukungan setiap kementerian dan lembaga terkait tetap dibutuhkan agar perizinan pada lokasi berikutnya disiapkan sejak perencanaan dan diproses secara paralel, sehingga impor LPG berkurang dan akses masyarakat terhadap energi semakin mudah,” pungkasnya.
Turut mendampingi Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, Dr. Djasa Pinara Gusti, Penasehat Kepala Staf Kepresidenan, Plt. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Prof. Popy Rufaidah; jajaran Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Letjen TNI (Purn.) Arif Rahman; Letjen TNI (Purn.) Alfred Denny Djoike Tuejeh; Mayjen TNI (Purn.) Prof. (Hon.) Dr. Budi Pramono; Mayjen TNI (Purn.) Dedi Solihin; jajaran Tenaga Ahli Utama KSP, Mayjen TNI (Purn.) Saiful Rachiman; Ir. Nurwahidi; serta jajaran Tenaga Ahli KSP lainnya.
