Boby memang masih muda, tetapi keputusannya untuk menekuni dunia kepelatihan sudah tumbuh sejak ia menyelesaikan masa SMA. Selama menjadi pemain, ia memperoleh banyak ilmu dari para pelatih yang pernah membimbingnya. Setelah beralih ke pinggir lapangan, Boby ingin meneruskan ilmu tersebut kepada pemain-pemain yang kini memperkuat Arzenic.
“Saya merasa terpanggil sih. Karena kan saya juga banyak dapat ilmu dari pelatih-pelatih saya dulu. Terus ilmu itu ingin saya bagikan lagi sambil saya juga menimba ilmu ke pelatih-pelatih lain,” ceritanya.
Boby sadar bahwa dirinya masih berada di tahap awal perjalanan sebagai pelatih. Ia tidak ingin berhenti belajar hanya karena sudah dipercaya memimpin sebuah tim. Sebaliknya, kesempatan menjadi kepala pelatih justru membuatnya semakin ingin menyerap pengalaman dari pelatih-pelatih lain.
Baca Juga:Terinspirasi Dragon Ball, Goku Menemukan Jalannya di BasketTiga Generasi Muda Ini Hidupkan Budaya Indonesia di AQUA DBL Dance
“Saya masih perlu banyak belajar ya ke pelatih-pelatih yang lain. Masih perlu banyak sharing. Karena kan setiap pelatih pasti punya sudut pandang masing-masing ya. Nah, itu saya ingin menyerap itu semua. Karena kan saya juga masih muda jadi sayang kalau nggak belajar terus,” terangnya.
Boby baru berusia 23 tahun ketika dipercaya memimpin Arzenic. Jarak usia yang relatif dekat dengan para pemain membuatnya memilih pendekatan yang tidak hanya berfokus pada urusan teknis. Ia ingin membangun tim yang memiliki hubungan kuat di dalam maupun di luar lapangan.
Menurutnya, para pemain harus saling mengenal dan mendukung satu sama lain. Kekompakan tersebut diharapkan dapat menjadi modal ketika mereka menghadapi tekanan pertandingan.
“Karena jarak saya dengan pemain nggak terlalu jauh, saya selalu menekankan ke mereka itu untuk saling merangkul satu sama lain. Saling mengenal lah biar jadi temannya tuh nggak cuman di basket saja, tapi di luar basket bisa jadi teman bahkan saudara,” ucapnya.
Bagi Boby, membangun tim bukan hanya soal menyusun lima pemain di lapangan. Ada chemistry, komunikasi, dan rasa percaya yang juga perlu dibentuk sepanjang musim. Boby kembali berada di tempat yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
