“Dan yang tadi saya lihat ternyata ada 10 unit rumah yang memang rumahnya harus diperbaiki, sehingga tadi sudah ada pembagian 2 unit rumah ini dikelola atau diselesaikan melalui Baznas Kabupaten Bandung, dan 8 unit oleh kita,” ujarnya.
Untuk penanganan sementara di bagian irigasi, Dinas Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat bersama para petani melakukan penanganan secara gotong royong.
Dadang juga mengatakan Pemkab Bandung akan mengusulkan penanganan irigasi Leuwikuya melalui Kementerian Pertanian. Ia mengaku telah menghubungi Sekretaris Direktorat Jenderal Irigasi Pertanian, terkait rencana tersebut.
Baca Juga:322 Ribu KK di Jateng Masuk Sistem Perlindungan Sosial DigitalGroundbreaking pada Desember 2026, Proyek PSEL Semarang Raya Targetkan Olah 1.000 Ton Sampah Jadi Listrik
“Kita usulkan melalui Kementerian Pertanian, melalui dirsesdirjen irigasi, pertanian yang nantinya ini masuk kepada DI Leuwikuya. Tadi saya sudah telepon Pak Sesdirjen langsung, Pak Dedi, dan merespons,” katanya.
Selanjutnya, PSDA akan memasukkan data melalui program Sipuri dengan koordinasi bersama BBWS Sungai Citarum, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Dadang menyebut pemerintah juga tengah mendorong program pembangunan daerah irigasi di Kabupaten Bandung. Ia mengatakan sekitar Rp334 miliar program akan masuk ke Kabupaten Bandung tahun ini.
“Insya Allah tahun ini kita secara serentak kurang lebih 334 miliar programnya akan masuk ke Kabupaten Bandung. Nah, ini tentu dengan karya bareng atau kebersamaan/kekompakan, saya kira ini bisa selesai,” ujarnya.
Di sisi lain, Dadang mengimbau warga yang tinggal di sekitar sungai maupun daerah irigasi meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Dan yang kedua, bagi lokasi rumah-rumah yang dekat dengan sempadan sungai atau daerah irigasi, tetap waspada. Adapun informasi kalau ada kekhawatiran dan sebagainya, segera sampaikan dan laporkan kepada Kades atau kepada Camat sehingga kami bisa mengantisipasi sejak dini,” katanya.
Ia berharap penanganan melalui kolaborasi berbagai pihak dapat segera diselesaikan. “Dan mudah-mudahan program pentahelix dan kekompakan ini bisa selesai dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” pungkas Dadang.
