Kondisi tersebut menjadi dasar bagi Pemkot Bandung untuk mendorong maskapai menambah frekuensi penerbangan.
Tak berhenti pada sektor pariwisata, Pemkot Bandung juga menyiapkan strategi menjadikan sektor pendidikan sebagai salah satu penggerak permintaan penerbangan.
Farhan mengatakan, pada semester pertama 2027, Pemkot Bandung akan mendorong promosi perguruan tinggi di Kota Bandung ke daerah-daerah yang memiliki konektivitas penerbangan dengan Bandara Husein Sastranegara.
Baca Juga:Bukan Sekadar Seremonial, KNPI Cianjur Pastikan Program Kepemudaan Tepat Sasaran dan TerukurKebakaran TPA Cioray Mangunreja, Api Masih Dalam Proses Pemadaman
Strategi ini ditujukan untuk menarik calon mahasiswa dari berbagai daerah agar memilih Bandung sebagai tujuan pendidikan.
“Kita akan mendorong agar para calon mahasiswa putra-putri terbaik dari sekolah-sekolah di Indonesia lebih mudah aksesnya untuk bisa berkuliah di Kota Bandung, di mana terdapat perguruan tinggi terbaik,” ujarnya.
Menurut Farhan, kemudahan akses melalui penerbangan menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi Bandung sebagai kota pendidikan sekaligus meningkatkan permintaan penerbangan dari dan menuju Husein Sastranegara.
Dengan kombinasi penguatan infrastruktur, branding kota, promosi produk lokal, penambahan penerbangan, hingga sektor pendidikan, Pemkot Bandung berharap Bandara Husein Sastranegara tidak hanya kembali beroperasi secara normal, tetapi juga mampu menjadi salah satu pintu masuk utama aktivitas ekonomi dan pariwisata Kota Bandung.
