Karena itu, para sopir kembali mendatangi Kantor Dishub Kota Bogor untuk menyampaikan aspirasi. Bahkan, mereka sempat sepakat tidak akan meninggalkan lokasi sebelum ada kepastian mengenai tuntutan penonaktifan bus stop.
“Seandainya hari ini belum ada keputusan, kami masih tetap di sini. Mobil enggak boleh narik, pengemudi juga enggak boleh pulang. Semuanya sudah sepakat,” kata Aep.
Setelah melalui pertemuan dengan Dishub Kota Bogor, tuntutan tersebut akhirnya mendapat tindak lanjut.
Baca Juga:Liburan Sekolah Makin Seru! de Braga by ARTOTEL Hadirkan Paket Menginap Plus Wisata Mulai Rp789 RibuBhakti Kencana University Terapkan Ilmu Publisitas Kampanye PR dan Event Lewat “Aksi Cilik Siaga Bencana”
Dari delapan bus stop yang diminta untuk dinonaktifkan, sementara baru dua titik yang disepakati, yakni bus stop Wangun dan depan Mall Boxies arah menuju Kota Bogor.
Meski belum seluruh tuntutan dipenuhi, Aep mengapresiasi respons Dishub yang telah menerima aspirasi para sopir.
“Alhamdulillah kami ditanggapi. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik dan ke depan ada solusi yang sama-sama menguntungkan,” tuturnya.
