Buka Jalan Difabel, Bank Mandiri Taspen dan PNM Hadirkan Pelatihan Vokasi di Brebes

(Ki-ka): CEO Ruang Amal, Slamet, Kepala Cabang PNM Tegal, Sutanto, Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen KC Pekalo
(Ki-ka): CEO Ruang Amal, Slamet, Kepala Cabang PNM Tegal, Sutanto, Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen KC Pekalongan, Agus Suyana, Kepala Bidang Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Arif Syaefudin, Perwakilan PNM Pusat, Kiki Aulia Rachman, Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen KCP Tegal, Maulana Rizki
0 Komentar

Sebanyak 30 peserta dari komunitas difabel di Kabupaten Brebes dan sekitarnya mengikuti pelatihan keterampilan menjahit dengan skema Operator Jahit Sepatu yang difasilitasi oleh Ruang Amal Indonesia. Selama sepekan, para peserta mendapatkan pembekalan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Cabang Pekalongan, Agus Suyana mengatakan, skema pelatihan tersebut sengaja dipilih mengingat industri alas kaki di Indonesia, terutama Jawa Barat dan Banten sangat membutuhkan tenaga terampil yang dapat dilatih cepat.

“Menjahit sepatu adalah skill teknis spesifik yang minim risiko dengan ruang gerak terbatas sehingga cocok untuk penyandang disabilitas baik fisik maupun motorik. Kami berharap, sekali terampil langsung dapat diserap UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan industri,” kata Agus di Brebes, Jawa Tengah, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga:Sustainability Report 2025: TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG untuk PertumbuhanDukung Kampanye Go Green di Lingkungan Sekolah, Bank Mandiri Taspen Serahkan Bantuan Mesin Air Siap Minum

Sementara Pemimpin PNM Cabang Tegal, Sutanto mengatakan, pemberdayaan yang berkelanjutan perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas yang masih menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses dunia kerja.

“Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang apabila diberikan kesempatan dan akses yang tepat. Melalui program ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki peluang yang lebih besar untuk mandiri, berkarya, dan meningkatkan kualitas hidupnya. Kami percaya pemberdayaan yang inklusif akan menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Sutanto.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta mengikuti proses penempatan kerja pada perusahaan industri sepatu yang beroperasi di wilayah Brebes. Program ini sejalan dengan semangat pemberdayaan yang selama ini dijalankan dalam mendampingi masyarakat prasejahtera.

Selama ini PNM dikenal melalui berbagai program pemberdayaan perempuan dan pelaku usaha ultra mikro, kali ini diperluas dengan memberikan akses peningkatan kapasitas bagi penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh mandiri.

Sementara bagi Bank Mandiri Taspen, upaya ini sekaligus mengurangi risiko sosial di wilayah operasional bank, tak terkecuali Brebes. Bagi para peserta, pelatihan ini menjadi harapan baru untuk masa depan yang lebih baik, bukan semata ruang belajar keterampilan.

“Selama ini kami sering merasa kesempatan kerja itu terbatas. Melalui pelatihan ini, kami mendapatkan ilmu baru sekaligus kepercayaan diri bahwa kami juga mampu bekerja dan berkarya. Semoga setelah pelatihan ini kami bisa mendapatkan pekerjaan dan membantu keluarga,” ujar salah satu peserta Program Vokasi Disabilitas.

0 Komentar