Sebab, rakyat membeli janji kampanye dengan suara, bukan dengan pemakluman atas minimnya kas daerah. Kebijakan konkret dan inovasi out of the box kini menjadi harga mati bagi birokrasi Cimahi.
“Jangan kemudian merasa karena dananya tidak ada, lalu program-programnya juga tidak dijalankan. Itu juga tidak bisa,” tandas Arlan, menutup pembicaraan dengan lampu kuning bagi masa depan pembangunan Kota Cimahi. (mong)
