Ia menilai berkurangnya area resapan air di wilayah hulu akibat pembangunan turut memperparah kondisi banjir di kawasan perumahan yang terdiri dari enam cluster tersebut.
Menurut Ujang, keberadaan kolam retensi di dalam perumahan memang cukup membantu menahan debit air, namun kapasitasnya dinilai masih belum memadai saat hujan deras turun dalam waktu lama.
“Memang untungnya ada kolam retensi atau kolam resapan di dalam perumahan ya, tapi tetap saja tidak cukup menampung, jadi tetap banjir,” ucapnya.
Baca Juga:Permudah Akses Masyarakat, Pemkab Tasikmalaya Wujudkan Transformasi DigitalArus Balik Puncak Didominasi Kendaraan ke Jakarta, Jalur Kembali Normal Dua Arah
Karena itu, warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan drainase di dalam kawasan perumahan, tetapi juga memperkuat pengendalian aliran air dari wilayah atas.
Salah satu usulan yang muncul yakni pembangunan kolam retensi tambahan di wilayah hulu agar debit air dapat ditahan sebelum masuk ke kawasan permukiman.
“Harapannya ada kolam retensi lagi di atas, jadi aliran air itu tidak langsung ke kolam retensi yang ada di dalam Taman Sari Persada ini,” ujar Ujang.
Banjir di kawasan tersebut mulai berangsur surut sekitar pukul 23.00 WIB setelah hujan mereda dan penanganan dilakukan petugas gabungan. Hingga Selasa siang, kondisi lingkungan perumahan dilaporkan kembali normal dan aktivitas warga mulai berjalan seperti biasa.
