Hal serupa disampaikan Tama (27), warga asli Bogor yang datang selama dua hari festival bersama kekasihnya.
Menurutnya, hujan tidak mengurangi keseruan acara karena para penonton tetap antusias menikmati konser hingga selesai. Karena konser digelar di area terbuka dan cuaca Bogor yang sering tiba-tiba hujan, Tama mengaku sudah menyiapkan jas hujan sejak awal.
“Bogor identik hujan jadi dari awal sudah siap bawa jas hujan. Tapi justru seru karena semua tetap sing along nyanyi bareng sampai akhir ini sama pacar saya,” katanya.
Baca Juga:Usai Mengamuk di RS, Pria Disabilitas Ditemukan Tewas Tenggelam di Situ Cikaret CibinongPertamina Perkuat Aliansi Strategis untuk Dorong Inovasi Digital di Sektor Hulu Migas
Meski cuaca kurang bersahabat di hari kedua, antusiasme penonton tetap terjaga hingga acara selesai. Suasana hujan, musik, dan area hijau Kebun Raya Bogor pun menjadi pengalaman tersendiri yang membuat Sunset di Kebun terasa berbeda bagi para pengunjung.
Festival musik yang berlangsung mulai pagi hingga sore hari itu menghadirkan sejumlah musisi ternama Indonesia seperti Fiersa Besari, Idgitaf, Bernadya, Barasuara, Feast, Hindia dan sejumlah penampil lainnya.
Tak hanya konser musik, pengunjung juga disuguhkan berbagai aktivitas di area Natura yang menjadi sarana edukasi sekaligus promosi lingkungan.
Berbagai kegiatan seperti kelas edukasi tanaman, merangkai bunga, tabulampot, kokedama, hingga aktivitas seputar lingkungan dan pemuliaan tanaman juga tersedia dengan dikemas lebih kekinian dan Instagramable agar lebih dekat dengan anak muda.
