Sementara itu, dosen Teknologi Pangan UM Bandung, Fahmi Ilman Fahrudin, menekankan bahwa inovasi pangan modern tidak cukup hanya sehat, tetapi juga wajib memenuhi prinsip halal secara menyeluruh.
Menurut Fahmi, halal harus dipahami sebagai sistem integritas sejak awal perancangan produk, bukan sekadar sertifikasi administratif di tahap akhir.
“Halal bukan hanya soal label, melainkan sebuah ekosistem integritas yang harus dibangun sejak tahap desain produk,” ungkap Fahmi.
Baca Juga:3 Santri Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual di Ponpes Ciawi Bogor, Polisi Lakukan PenyelidikanJadi Percontohan Nasional, Jateng Dinilai Paling Progresif Terapkan Ekosistem Halal
Ia menegaskan, produsen perlu membangun komitmen halal sejak proses pengembangan, sebab sertifikasi hanya menjadi penguat dari sistem kepatuhan yang telah dijalankan.
“Bangunlah integritas halal sejak tahap awal pengembangan produk. Itu karena sertifikasi hanya mengikuti kepatuhan yang sudah ada, bukan menggantikannya,” pungkasnya.
