Ia mengungkapkan harapannya agar ke depan Kabupaten Bandung dapat memiliki Bedas Convention Center yang berlokasi di kawasan strategis dekat Stasiun Whoosh (KCIC) dengan luas sekitar 5 hektare.
“Bedas Expo ini bukan sekadar pameran, tapi wahana untuk mengembangkan produk UMKM Kabupaten Bandung agar semakin naik kelas dan berdaya saing,” ujar KDS.
Selain itu, KDS juga mendorong optimalisasi aset pemerintah daerah di sekitar Soreang agar dapat dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas perdagangan, sehingga para pelaku usaha lokal memiliki ruang yang representatif untuk berkembang.
Baca Juga:BRI Dorong Literasi Keuangan Mahasiswa di Universitas PadjadjaranPengunduh Video Instagram: Cara Download Video IG Tanpa Aplikasi Tambahan
“Kalau kita kelola dengan baik, kawasan ini bisa menjadi pusat ekonomi baru seperti Tanah Abang, sehingga pelaku UMKM kita punya tempat yang layak untuk berkembang,” tambahnya.
Di tengah tantangan fiskal akibat pemotongan dana transfer ke daerah (TKD), KDS mengungkapkan bahwa perekonomian Kabupaten Bandung justru menunjukkan tren positif. Laju pertumbuhan ekonomi meningkat dari 5,04 persen pada tahun 2024 menjadi 6,32 persen pada tahun 2025.
“Peningkatan ini tidak mudah dicapai. Hal ini didorong oleh penguatan ekonomi sirkular di Kabupaten Bandung, sejalan dengan program Presiden serta berbagai program pembangunan lainnya,” pungkasnya.
