JABAR EKSPRES – Puluhan warga di Kampung Pasir Eurih, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terpaksa mengungsi setelah longsor menerjang permukiman mereka usai hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Camat Sindangkerta, Agus Achmad Setiawan, mengatakan longsor terjadi pada Sabtu (11/4) dalam dua kejadian beruntun, yakni sekitar pukul 18.00 WIB dan 19.00 WIB, setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras.
“Warga memilih mengungsi karena khawatir ada longsor susulan. Kondisi cuaca juga masih ekstrem dan hujan belum reda,” kata Agus saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).
Baca Juga:KA Ciremai Anjlok di Cikalongwetan-Bandung Barat Usai Tabrak LongsorRelokasi Warga Longsor di Pasirlangu KBB Terganjal Status Tanah Kas Desa
Ia menjelaskan, titik longsor berada di tebing Gunung Ranggasena. Material berupa tanah bercampur air dan batu-batu besar meluncur dari ketinggian sekitar 200 hingga 300 meter, menimbun area persawahan serta merangsek hingga mendekati permukiman warga.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak delapan kepala keluarga (KK) atau 24 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman. Langkah ini diambil karena kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil, ditambah curah hujan yang masih tinggi dan berpotensi memicu longsor susulan.
Menurut kesaksian warga, sebelum longsor terjadi sempat terdengar suara seperti ledakan dari arah atas tebing. Diduga, suara tersebut berasal dari aliran air yang tersumbat hingga akhirnya memicu longsoran.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, material longsor dilaporkan sempat mendekati dua rumah warga. Sementara itu, sekitar 2.000 meter persegi lahan persawahan tertimbun tanah dan batu.
Petugas dari BPBD KBB bersama unsur Forkopimcam telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal. Bantuan kebutuhan dasar juga telah disalurkan kepada warga terdampak.
“Untuk sementara warga mengungsi ke rumah kerabat. Kami terus memantau kondisi di lapangan dan mengingatkan warga agar tetap waspada karena cuaca masih ekstrem dan berpotensi terjadi longsor susulan,” pungkas Agus. (Wit)
