Kondisi ini dipicu oleh suhu muka laut yang hangat serta keberadaan pola siklonik di Samudra Hindia.
“Pada masa peralihan terdapat potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dalam skala lokal,” ujar Rahayu saat menjelaskan dinamika atmosfer terkini.
Belokan angin atau konvergensi tepat di atas Pulau Jawa menjadi pemicu utama tingginya suplai uap air.
Baca Juga:Daniel Mutaqien Terpilih Aklamasi Pimpin DPD Golkar Jawa Barat Periode TerbaruHarakah Bakomubin Jawa Barat Sahkan Perubahan Nama dan Perkuat Sinergi Dakwah
Rahayu mendesak agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
“Kami mengimbau warga dan instansi terkait waspada terhadap kondisi cuaca yang berubah tiba-tiba,” tambahnya sebagai penekanan atas risiko yang mengintai. (yan)
