Ekonomi Bakal Tumbuh 5,05 Persen Berkat Musim Lebaran?

Ekonomi Bakal Tumbuh 5,05 Persen Berkat Musim Lebaran?
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi diprediksi mencapai 5,05 persen pada kuartal I-2026. Dok. Pixabay
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 diprediksi mencapai 5,05 persen. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yuhdistira, Rabu.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional bakal mengalami peningkatan hingga 5,05 persen yang didorong oleh faktor musiman Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 diperkirakan sebesar 5,05 persen dipengaruhi faktor seasonal Ramadan-Lebaran,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga:BPH Migas Jamin Stok BBM Selama Arus Balik Lebaran Aman, Benarkah?Perkuat Sistem Perdagangan, RI Dorong Reformasi WTO di KTM Kamerun

Bhima menyebut bahwa, pada dasarnya pertumbuhan ekonomi Ri mampu melampaui angka proyeksinya di 5,05 persen pada tiga bulan pertama di tahun ini.

Namun demikian, ia melihat bahwa terdapat sejumlah tantangan yang menghambat konsumsi rumah tangga, sehingga menjadi relatif lebih terbatas.

Kekhawatiran masyarakat akan potensi lonjakan harga energi dan pangan usai Lebaran menjadi pemicu perubahan pola perilaku. Masyarakat yang biasanya lebih konsumtif menjelang Lebaran, kini lebih memilih untuk menahan uang tunjangan hari raya (THR).

Mereka lebih memilih mengalokasikannya sebagai tabungan. Belanja masyarakat yang tertahan ini mengakibatkan kemungkinan menahan laju pertumbuhan ekonomi.

Untuk itu, Bhima menyarankan agar pemerintah memperhatikan pengendalian inflasi pada periode mudik, sehingga masyarakat lebih percaya diri untuk membelanjakan THR mereka.

Berikutnya, arus balik masyarakat yang belum optimal lantaran keterbatasan lapangan kerja di perkotaan juga menjadi faktor penghambat pertumbuhan ekonomi.

Biasanya, jelas Bhima, para pencari kerja memanfaatkan momen Idulfitri untuk merantau ke kota. Maka dari itu, Bhima mendorong pemerintah untuk lebih menggencarkan penciptaan lapangan kerja agar jumlah pemudik tumbuh lebih tinggi dan berkualitas.

Baca Juga:Pakar Nilai Masayrakat Tak Perlu Khawatir Soal Pasokan Energi, Sebut Indonesia On The Right TrackHari Air Sedunia, Pertamina Beri Harapan Lewat Air Bersih di Ujung Papua hingga Wilayah Terdampak Bencana

Selain kedua tantangan itu, Bhima juga berpendapat pemerintah bisa mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi pada musim Ramadhan dan Idulfitri melalui dukungan terhadap sektor pariwisata.

“Secara musiman mudik memberi dorongan ke sektor pariwisata, tapi ke depan perlu promosi lebih gencar lagi ke destinasi wisata baru sehingga durasi tinggalnya lebih lama,” tutur dia.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 tumbuh di kisaran 5,5 persen hingga 5,6 persen (year-on-year/yoy).

Target ini didorong oleh percepatan belanja negara, stimulus fiskal, dan penguatan daya beli masyarakat, khususnya di tengah periode Ramadhan dan Idulfitri.

0 Komentar