Nilai kepemimpinan tersebut diharapkan dapat ditularkan kepada para mahasiswa Unjani yang kelak akan menjadi pemimpin di berbagai bidang.
“Itu yang ingin kita tularkan kepada para mahasiswa di Unjani semuanya, karena para mahasiswa nantinya akan menjadi para pemimpin di satuannya masing-masing,” tuturnya.
Agus juga menyoroti pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada 2030 hingga 2040, sebagaimana prediksi Bank Dunia dan UNDP.
Baca Juga:Doa Lailatul Qadar Lengkap dengan Artinya, Amalan di 10 Malam Terakhir RamadanRide of Happiness Ajak 100 Anak Yatim Berbagi Kebahagiaan Ramadan
“Nah harapan kita selama satu dasawarsa ke depan itu harapan kita, kita bisa memanfaatkan bonus demografi, yang ini juga pernah berhasil dialami oleh Jepang gitu ya, yang pernah juga mengalami bonus demografi dan beliau berhasil,” jelas Agus.
Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan sebagai pijakan menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
“Harapan kita, bonus demografi menjadi batu loncatan agar kita tahun 2045 itu menjadi Indonesia Emas, 100 tahun kemerdekaan Indonesia,” harap Agus.
Ia menambahkan, mahasiswa yang saat ini tengah menempuh pendidikan diperkirakan sudah berada di dunia kerja saat Indonesia memasuki satu abad kemerdekaan.
Agus menegaskan para mahasiswa Unjani semua yang pada tahun 2045 itu mungkin sudah bekerja di satuannya masing-masing atau di lingkungan pekerjaan, dunia industri, atau dunia usaha.
“Dan harapan kita nanti beliau-beliau inilah yang akan mewarnai visi dari Indonesia Emas 2045,” pungkas Agus. (Mong
