BSI dan OJK Gerakkan 5.000 Duta Literasi Keuangan Syariah, Dorong Percepatan Inklusi Nasional

BSI dan OJK Gerakkan 5.000 Duta Literasi Keuangan Syariah, Dorong Percepatan Inklusi Nasional
BSI dan OJK Gerakkan 5.000 Duta Literasi Keuangan Syariah, Dorong Percepatan Inklusi Nasional Jakarta, 6 Maret 2026. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginisiasi 5000 Duta Literasi Keuangan Syariah sebagai upaya mempercepat peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. (Kiri-kanan). Kick-off dilaksanakan oleh Direktur Risk Management BSI Grandhis H. Harumansyah (kiri) bersama Kepala Departemen Literasi, Inklusi Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M.Ismail Riyadi (paling kanan) bersama perwakilan Duta Literasi Keuangan Syariah di Kantor Pusat BSI Jakarta (6/3).
0 Komentar

“Literasi harus mampu mendorong transisi dari kesadaran yang melahirkan aksi. Artinya, masyarakat tidak hanya memahami konsep keuangan syariah, tetapi juga mulai memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, BSI memperoleh mandat sebagai Bank Emas pertama oleh Presiden Prabowo Subianto. Mandat ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sekitar 1.800 ton emas yang beredar di masyarakat agar dapat dimonetisasi secara produktif, sekaligus membuka akses kepemilikan emas yang lebih luas dan terjangkau bagi masyarakat. Para Duta Literasi diharapkan mampu menyuarakan sekaligus menggerakkan ini secara lebih masif sehingga kebermanfaatannya akan lebih terasa,” ujarnya.

Ke depan, program 5000 Duta Literasi Keuangan Syariah akan berjalan sepanjang tahun sebagai gerakan edukasi kolektif yang melibatkan mahasiswa, komunitas, serta ekosistem digital untuk mempercepat peningkatan indeks literasi serta inklusi keuangan syariah nasional.

BSI optimistis, melalui kolaborasi multipihak antara regulator, industri, dan generasi muda, literasi dan inklusi keuangan syariah dapat terus meningkat sekaligus memperkuat peran keuangan syariah sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

0 Komentar