Capaian ini diperkuat dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2024, yang menunjukkan penguatan akuntabilitas dan tata kelola.
Memasuki tahun kedua, Farhan menyatakan, fokus utama adalah memperluas dampak pembangunan melalui tiga pilar kebijakan.
“Satu tahun pertama adalah fase menata fondasi, dan satu tahun ke depan adalah fase penguatan dan perluasan dampak,” ujarnya.
Baca Juga:Perkuat Keandalan Jaringan, PLN Icon Plus Melakukan Kegiatan Perapihan Kabel Fiber Optik di Jatigede SumedangPLN Icon Plus Melakukan Edukasi Higienitas "Air Bersih, Tangan Sehat, Anak Hebat" di SD Priangan Istiqomah
Pilar pertama adalah pembangunan infrastruktur strategis dengan target 100 persen ODF dan akses air aman, zero slum area, reduksi titik genangan 40 persen, serta kemantapan jalan 95 persen.
Infrastruktur juga dirancang sebagai stimulus ekonomi melalui skema padat karya dan penguatan rantai pasok lokal.
Pilar kedua adalah pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan menekan ketimpangan (gini ratio).
Transformasi UMKM, penguatan ekosistem pariwisata, serta inklusivitas ekonomi menjadi strategi utama agar pertumbuhan ekonomi lebih merata dan berkelanjutan.
Pilar ketiga berfokus pada ketenagakerjaan dan mobilitas sosial dengan target 5.000 sertifikasi kompetensi per tahun, tingkat penyerapan 92 persen, serta perlindungan 100 persen bagi pekerja rentan.
Ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif diyakini mampu mempercepat mobilitas sosial vertikal warga Bandung.
“Satu tahun pertama adalah fase menata fondasi, dan satu tahun ke depan adalah fase penguatan dan perluasan dampak,” tutur Farhan.
Baca Juga:KAI Properti Selesaikan Proyek KAI Living Dayang Sumbi, Perkuat Bisnis AkomodasiCek Penerima PKH dan BPNT 2026, Kamu Termasuk Penerima?
Tahun kedua kepemimpinan Bandung Utama kini diarahkan bukan hanya menjaga capaian, tetapi memastikan dampak pembangunan semakin terasa hingga tingkat RT dan RW. (rob)**
