Update SAR Pasirlangu, Total 85 Body Pack Korban Longsor Ditemukan

Tim SAR gabungan menurunkan salah satu korban tanah longsor dari mobil ambulan di Pos DVI Polda Jabar
Tim SAR gabungan menurunkan salah satu korban tanah longsor dari mobil ambulan di Pos DVI Polda Jabar, Kabupaten Bandung Barat. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tim gabungan kembali menemukan dua body pack korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada hari ke-11 operasi pencarian, Selasa (3/2/2026).

Kedua temuan tersebut berhasil dievakuasi dari Worksite B2. Body pack pertama ditemukan sekitar pukul 08.47 WIB, sementara temuan berikutnya menyusul pada pukul 09.44 WIB di area yang sama.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa penambahan dua temuan itu menambah jumlah korban yang berhasil dievakuasi selama operasi berlangsung. Hingga Selasa sore pukul 16.30 WIB, total 85 body pack telah diangkat dari lokasi terdampak longsor.

Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu

“Seiring dengan perkembangan evakuasi, proses identifikasi juga terus berjalan. Berdasarkan data Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri hingga pukul 16.00 WIB, sebanyak 66 jiwa dari 68 body pack telah berhasil diidentifikasi,” ujar Ade Dian Permana saat ditemui di Posko Penanganan Bencana Longsor Pasirlangu.

Ia menambahkan, 17 body pack lainnya saat ini masih menjalani proses identifikasi lanjutan oleh tim DVI. Proses tersebut dilakukan secara cermat dan bertahap guna memastikan keakuratan data korban.

Ade juga menegaskan bahwa pelaksanaan operasi SAR tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta keselamatan seluruh personel di lapangan. Kondisi medan yang berat dan durasi operasi yang panjang menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan.

“Kami pastikan koordinasi antarunsur tetap berjalan optimal sehingga proses pencarian, evakuasi, serta identifikasi korban dapat dilaksanakan secara profesional dan terukur,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar